Cegah Stunting, Camat Pare Launching Pemberian Makanan Tambahan Lokal Di Kantor Desa Gedang Sewu
Biro Kediri
Radiooniarfmpare.com,-Dalam rangka upaya pencegahan stunting, Kecamatan Pare melalui Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) me-launching kegiatan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) di Balai Desa Gedang Sewu, Kecamatan Pare, Kabupaten Kediri pada Senin (26/06/2023).
Hadir dalam acara Camat Pare
Moh. Nizam Subekhi, S.Sos., MM.Kepala Desa Gedang Sewu Ruslan Abdul Gani
beserta segenap jajarannya, Ketua TP PKK Kecamatan Pare Ny. Yuvi Nizam Subekhi, Kepala UPTD Puskesmas Sidorejo dan para kader posyandu dan tamu undangan lainnya.
Acara dibuka langsung oleh Ruslan Abdul Gani Kepala Desa Gedang Sewu, dalam sambutannya menuturkan, pola asuh dan perilaku ibu saat hamil menjadi salah satu tantangan yang harus dihadapi kedepan.
Para ibu yang memiliki anak balita diminta untuk lebih rutin untuk membawa anaknya ke posyandu. Dengan makin rutin ke posyandu, anak dengan resiko stunting bisa terdeteksi dan diantisipasi sejak dini. "Misal mau rutin ke posyandu, ketika berat badan turun bisa jadi perhatian sehingga tidak jadi stunting," tuturnya.
Tidak hanya itu, para ibu juga diminta untuk memperhatikan asupan makanan untuk anak. Dimana makanan harus selalu mengandung gizi yang cukup, termasuk protein nabati dan hewani. Selain itu sanitasi juga wajib turut diperhatikan. Dengan lingkungan yang kurang bersih bisa membuat anak lebih mudah sakit. "Seperti infeksi dan diare,"tandas Cak Ruslan
Sementara Menurut camat pare Moh Nizam Subekhi mengatakan, Launching pemberian makanan tambahan (PMT) berbahan dasar lokal dikantor Desa Gedang Sewu dengan jumlah penerima 35 balita terindikasi wasting dan 7 ibu hamil KEK (kekurangan energi kronis),"ucapnya
Kita juga menyampaikan dengan masyarakat yang mengikuti dalam acara rapat, seperti kepada ibu dan bapak bisa untuk mengatasi stunting ini,” ujarnya.
Adapun beberapa permasalahan yang dihadapi dalam penurunan stunting yakni PMT untuk ibu hamil yang terbatas, sarana prasarana, balita, SDM kader posyandu/ BKB yang kurang. Insentif kader yang minim, penyuluhan posyandu, gizi buruk, penguatan kapasitas posyandu kader.
“Sesuai dengan Peraturan Presiden Nomor 72 Tahun 2021 tentang Percepatan Penurunan Stunting, dan wajib menjadi kegiatan Prioritas di Tahun 2023,” pungkas Moh Nizam Subekhi
"Kegiatan PMT ini akan dilaksanakan secara intensiv selama 3 bulan dengan harapan keseluruhan balita dapat terbebas dari ancaman stunting,"paparnya
Berdasarkan catatan yang ada, angka stunting di Kabupaten Kediri pada bulan Februari 2023 berada di angka 9.2%.
"Artinya, dibandingkan tahun lalu, angka sudah menurun, yang sebelumnya pada tahun 2021-2022 sudah mengalami penurunan dari 13,55% menjadi 10,23%. Harapannya, tahun depan terus menurun "Latar belakang didominasi 50% karena pola asuh dan 30% karena ekonomi."pungkas Yuvi Nizam Subekhi
REPORTER:AG892/aline







Post a Comment