Bupati Nganjuk: Perempuan dan Anak Harus Dilindungi
Biro Nganjuk
Radioonairfmpare.com,-Guna melindungi perempuan dan anak serta memberikan rasa aman dalam pemenuhan hak-haknya dengan memberikan perhatian yang konsisten dan sistematis yang ditujukan untuk mencapai kesetaraan gender, Pemerintah Kabupaten Nganjuk melalui Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos PPPA) Kabupaten Nganjuk menggelar 'Sosialisasi Penanganan Kasus Tindak Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak Kepada Kepala Desa/Kelurahan se Kabupaten Nganjuk Tahun 2023' di Ruang Rapat Candi Lor pada Kamis, (24/8/2023).
Dengan menggandeng WCC (Womens Crisis Centre) Kabupaten Nganjuk, acara tersebut dibuka langsung oleh Bupati Nganjuk Marhaen Djumadi dan dihadiri narasumber dari Dinsos PPPA Nganjuk; narasumber dari WCC Nganjuk; dan narasumber dari Polres Nganjuk, serta 50 perwakilan Kades/Kakel se Kabupaten Nganjuk.
Bupati Marhaen dalam arahannya menyampaikan, Nganjuk ini menggunakan strategi double track dalam membangun baik fisik maupun non fisik. Membangun fisik menurutnya yakni membangun jalan, gedung, rumah dan lainnya. Namun, membangun yang tahan lama yaitu membangun yang non fisik. "Termasuk tema pada hari ini yaitu anak dan perempuan adalah investasi. Ini adalah membangun SDM yang baik bermoral dan bermental tangguh," ungkapnya.
Dirinya mengatakan, sebelum mengurangi resiko kasus kekerasan pada perempuan dan anak maka, seluruh desa/kelurahan harus memiliki program Sapa Mama, selain itu Nganjuk juga sudah punya SOTH (Sekolah Orang Tua Hebat) dan Selantang (Sekolah Lansia Tangguh). Nganjuk juga sudah punya Rumah Restorative Justice, ia tidak ingin masalah itu naik ke Pengadilan
(Adv/Kominfo)


Post a Comment