Ratusan Siswa SDI NU Pare Sambut Ramadan 2026, Gelar Ziarah Masal: Tradisi Doakan Muasis dan Leluhur

RADIOONAIRFMPARE.COM, KEDIRI - Ratusan siswa SDI NU Pare, Kabupaten Kediri, Jatim, menyambut bulan suci Ramadan 2026 dengan menggelar ziarah masal ke makam muasis (pendiri lembaga) dan leluhur, di Makam Dusun Ngeblek, Desa Pelem, Pare.
Mereka melantunkan doa dan tahlil bersama yang juga digelar di makam. Siswa kelas 1-6 di sekolah tersebut pun larut dalam suasana khidmat, mengirimkan doa untuk pendiri lembaga SDI NU Pare, Haji Matali.
Kepala SDI NU Pare Siti Ulifah menyebut bahwa sudah menjadi amalan rutin di lembaga sekolah itu untuk melestarikan tradisi mulia sebelum tiba Ramadan. Ziarah atau nyekar ke makam leluhur.
Selain mengirimkan doa dan ampunan untuk muasis dan para leluhur, kebiasaan ziarah berarti mengajak anak-anak melakukan amalan baik sebelum Ramadan.
"Tiap menjelang Ramadan, kami ziarah dan nyekar ke muasis," kata Ulifah, Senin (16/2/2026).
Ratusan siswa SDI NU Pare tersebut memenuhi hampir semua makam umum di Desa Pelem itu. Mereka mengambil posisi sopan, duduk bersila dan bersama-sama melafalkan kalimat tayibah.
Mereka mengawali rangkaian amalan ziarah kubur itu dengan mengirimkan surat alfatihah kepada para ulama, masyayikh, dan ustadz ustadzah yang lebih dulu meninggal. Termasuk sesama siswa yang meninggal juga dikirimi fatihah dan doa.
Lantunan kalimat-kalimat suci itu pun terdengar khidmat. Mereka khusyuk melafalkan tahlil bersama. Yang bikin salut, amalan tahlil bersama itu dipimpin oleh salah satu siswa. Bukan ustadz atau ustadzah mereka.
Termasuk doa usai tahlil dengan lafadz suci juga dipimpin oleh salah satu siswa. "Biar anak-anak terbiasa saat kelak di kehidupan masyarakat. Yang mendoakan orang tua kita kalau sudah meninggal siapa lagi kalau bukan anak kita," kata Ulifah.
Selain ziarah ke muasis, SDI NU Pare juga mewajibkan semua siswa-siswinya lebih dulu ziarah keluarga. Mereka wajib mendatangi makam kakek nenek dan keluarga yang sudah meninggal. Berziarah atau nyekar.
Sekolah pembentuk karakter dan pencetak generasi robbani yang unggul ini setiap kali akan datang bulan suci Ramadan menggelar ziarah kubur. Terutama ke keluarga dulu baru ke muasis.
Sekolah pun mendorong agar generasi kekinian itu tetap tidak meninggalkan tradisi mulia di lingkungan masyarakat mereka. Termasuk mendoakan dan ampunan kepada leluhur dengan ziarah ke makam.
Selain berkirim doa dan ampunan, kegiatan ziarah ke makam keluarga, leluhur, dan muasis tersebut juga untuk mengingatkan bahwa setiap manusia juga akan menyusul ke kehidupan abadi di akhirat.
REPORTER : ON-AIR/AK

Post a Comment