Polres Kediri Dalami Kasus Mercon Meledak Hingga Lukai Pelajar SD di Kediri
RADIOONAIRFMPARE.COM ||Kediri - Kasus ledakan mercon rakitan yang melukai seorang pelajar sekolah dasar di Kabupaten Kediri kini resmi ditangani pihak kepolisian. Penanganan perkara tersebut dilimpahkan ke Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Kediri karena seluruh pihak yang terlibat masih berstatus anak di bawah umur.
Peristiwa tersebut terjadi di Desa Tawang, Kecamatan Wates, pada Sabtu 25 April 2026 malam. Korban berinisial R (12) warga setempat, mengalami luka serius akibat ledakan saat memegang mercon rakitan.
Kapolsek Wates, AKP Agus Sudarjanto menjelaskan bahwa penanganan kasus ini dilakukan secara berjenjang setelah dilakukan penyelidikan awal oleh pihak kepolisian sektor.
"Perkara ini sudah kami limpahkan ke Unit PPA Polres Kediri untuk penanganan lebih lanjut," ujarnya.
Akibat insiden tersebut, korban mengalami luka berat pada tangan kiri, terutama di bagian jari yang dilaporkan hancur. Selain itu, korban juga mengalami luka bakar di beberapa bagian tubuh, termasuk area ketiak kiri.
Agus mengungkapkan, peristiwa ini sempat tidak langsung terdeteksi secara jelas. Warga sekitar hanya mendengar suara ledakan keras, namun tidak mengetahui sumber pastinya.
Petugas yang sempat mendatangi lokasi pada awal kejadian juga belum menemukan indikasi yang mengarah pada insiden tersebut. Diduga keluarga korban sempat menutup-nutupi kejadian karena panik.
Kasus ini kemudian terungkap setelah polisi melakukan penelusuran lanjutan, termasuk melalui informasi dari rumah sakit yang menangani korban luka ledakan.
"Dari hasil penelusuran, diketahui ada korban luka akibat ledakan mercon rakitan," jelasnya.
Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, mercon tersebut dirakit sendiri oleh korban bersama dua temannya. Mereka merakit bahan peledak secara sederhana di teras rumah salah satu teman korban.
Bahan-bahan yang digunakan diketahui dibeli secara daring, kemudian diracik menggunakan wadah plastik bekas. Campuran bahan seperti kalium, sulfur, dan serbuk lainnya digunakan dalam proses tersebut.
"Mereka mengaku membeli bahan secara online, salah satunya melalui TikTok Shop," tambah Agus.
Awalnya, percobaan pembakaran berjalan normal. Namun korban kemudian menambahkan bubuk mercon ke dalam racikan yang sudah ada, sehingga meningkatkan potensi ledakan.
Saat proses penyalaan, percikan api diduga masuk ke dalam wadah yang masih dipegang korban. Ledakan pun terjadi secara tiba-tiba dan menyebabkan luka serius.
Korban sempat mendapatkan penanganan awal di fasilitas kesehatan terdekat sebelum akhirnya dirujuk ke rumah sakit untuk perawatan intensif. Hingga kini, kondisi korban masih dalam penanganan medis.
Polisi juga telah mengamankan sejumlah barang bukti dari lokasi kejadian, termasuk sisa bahan peledak dan peralatan yang digunakan untuk merakit mercon.
REPORTER : ONAIR/ERWIN


Post a Comment