Search
24 C
en
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Siber
Radio On Air FM Pare
ON AIR FM PARE
  • NEWS
  • DAERAH
    • Nasional
    • Jawa Timur
    • Jawa Tengah
    • Jawa Barat
    • Jakarta
  • Nasional
    • Video
  • Advertorial
  • AG 892 Streaming
  • Berita
    • Hukrim
    • Peristiwa
    • TNI
    • POLRI
    • Pemerintah
    • Pendidikan
    • Budaya
Radio On Air FM Pare
Search
Home Harga Kedelai dan Kemasan Naik Ini yang dilakukan UMKM Kelud Mandiri Kediri Bertahan dengan Berbagai Cara Berita onair Harga Kedelai dan Kemasan Naik, Ini yang dilakukan UMKM Kelud Mandiri Kediri, Bertahan dengan Berbagai Cara
Harga Kedelai dan Kemasan Naik Ini yang dilakukan UMKM Kelud Mandiri Kediri Bertahan dengan Berbagai Cara Berita onair

Harga Kedelai dan Kemasan Naik, Ini yang dilakukan UMKM Kelud Mandiri Kediri, Bertahan dengan Berbagai Cara

radioonairfm
radioonairfm
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp

RADIOONAIRFMPARE.COM ||Kediri - Gejolak geopolitik internasional mulai dirasakan pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) di Kabupaten Kediri. Kenaikan harga bahan baku impor dan kemasan produksi memaksa sejumlah pelaku usaha melakukan berbagai penyesuaian agar tetap bertahan di tengah lesunya daya beli masyarakat.

Salah satu pelaku usaha yang merasakan dampak tersebut adalah Gatot Siswanto, produsen tahu takwa sekaligus pemilik GTT Kediri di Desa Toyoresmi Kecamatan Ngasem. Menurutnya, kondisi ekonomi masyarakat yang belum sepenuhnya pulih membuat pelaku UMKM memilih bertahan daripada menaikkan harga produk secara drastis.

"Masyarakat saat ini belum ada peningkatan ekonomi yang signifikan. Jadi kami lebih baik bertahan dulu. Produksi tidak begitu besar karena kalau dinaikkan, sementara ekonomi masyarakat belum membaik," jelas Gatot, Kamis (11/6/2026).

Gatot menyebut tekanan terhadap pelaku UMKM tidak hanya berasal dari kenaikan harga bahan baku, tetapi juga menurunnya daya beli masyarakat. Kondisi tersebut semakin terasa menjelang tahun ajaran baru ketika kebutuhan rumah tangga meningkat.

"Ini apalagi bersamaan dengan anak-anak masuk sekolah. Yang jelas mempengaruhi omzet penjualan dari pelaku UMKM," katanya.

Untuk menjaga keberlangsungan usaha, GTT memilih mengurangi hari produksi dibandingkan menaikkan harga jual secara berlebihan. Langkah itu dilakukan agar biaya operasional tetap terkendali tanpa harus mengurangi kualitas produk.

Menurut Gatot, dampak perlambatan ekonomi dan kenaikan biaya produksi sudah terlihat dari penyesuaian jam kerja karyawan. Jika sebelumnya proses produksi berjalan enam hari dalam sepekan, kini hanya empat hingga lima hari kerja.

"Turunnya sangat signifikan. Biasanya satu minggu masuk enam hari, sekarang empat sampai lima hari saja," ungkapnya.

Meski hari kerja berkurang, kapasitas produksi harian tetap dipertahankan untuk memenuhi target produksi yang telah ditetapkan perusahaan. Dalam sehari, GTT mengolah sekitar tiga kuintal kedelai untuk memproduksi tahu takwa.

Di sisi lain, harga kedelai impor sebagai bahan baku utama juga mengalami kenaikan. Jika sebelumnya berada di kisaran rp 10.500 per kilogram, kini naik menjadi sekitar rp 12.500 per kilogram.

Kenaikan harga tidak hanya terjadi pada bahan baku utama. Bahan kemasan yang sebagian besar masih bergantung pada pasokan impor juga mengalami lonjakan harga cukup tinggi.

Gatot mengungkapkan plastik kemasan berkualitas yang banyak digunakan pelaku UMKM mengalami kenaikan harga cukup tajam dalam beberapa waktu terakhir. Kondisi tersebut menjadi salah satu faktor yang membebani biaya produksi.

Meski menghadapi berbagai tantangan, Gatot menilai kondisi Indonesia masih relatif aman dibandingkan negara-negara lain yang terdampak langsung konflik dan ketegangan geopolitik internasional.

"Kita sebagai warga negara Indonesia bersyukur. Negara kita tidak ikut campur hiruk pikuk internasional itu," ujarnya.

Menurutnya, apabila Indonesia turut terseret dalam konflik geopolitik global, dampaknya terhadap dunia usaha bisa jauh lebih berat dibandingkan kondisi yang terjadi saat ini.

Sementara itu, pelaku UMKM lainnya, Eli Setiowati pemilik usaha Omah Jenang di Desa Kayunan Kecamatan Plosoklaten juga merasakan dampak kenaikan biaya produksi yang terus terjadi dalam beberapa waktu terakhir.

Untuk menekan biaya operasional, usaha yang telah berjalan sekitar tiga tahun tersebut memilih beralih menggunakan tungku kayu sebagai sumber energi produksi. Langkah itu dinilai mampu mengurangi beban pengeluaran dibandingkan penggunaan bahan bakar lain yang lebih mahal.

"Untuk menyiasati harga produksi yang semakin membengkak, kami beralih menggunakan tungku kayu untuk menekan biaya produksi," jelas Eli.

Selain itu, pihaknya juga mulai mempertimbangkan penggunaan kemasan tradisional apabila harga mika atau thinwall terus mengalami kenaikan. Besek dinilai menjadi salah satu alternatif yang lebih ekonomis sekaligus ramah lingkungan.

Meski demikian, Eli mengakui kenaikan biaya produksi pada akhirnya tetap berpotensi mempengaruhi harga jual produk. Namun setiap penyesuaian harga akan terlebih dahulu dikomunikasikan kepada pelanggan agar tidak menimbulkan keluhan.

"Diversifikasi varian produk agar menjangkau pasar yang lebih luas dan optimalisasi digital marketing," ungkapnya.

REPORTER : ONAIR/AR

Via Harga Kedelai dan Kemasan Naik
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Older Posts
Newer Posts

You may like these posts

Post a Comment

Stay Conneted

facebook Like
twitter Follow
youtube Subscribe
vimeo Subscribe
instagram Follow
rss Subscribe
pinterest Follow

Featured Post

Harga Kedelai dan Kemasan Naik, Ini yang dilakukan UMKM Kelud Mandiri Kediri, Bertahan dengan Berbagai Cara

radioonairfm- June 12, 2026 0
Harga Kedelai dan Kemasan Naik, Ini yang dilakukan UMKM Kelud Mandiri Kediri, Bertahan dengan Berbagai Cara
RADIOONAIRFMPARE.COM ||Kediri - Gejolak geopolitik internasional mulai dirasakan pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) di Kabupaten Kediri. Kenaikan ha…

Most Popular

Mantan Karyawan KSP Sentosa Makmur Gelapkan Uang Perusahaan Ratusan Juta Akhirnya Diadili

Mantan Karyawan KSP Sentosa Makmur Gelapkan Uang Perusahaan Ratusan Juta Akhirnya Diadili

June 08, 2026
Outing Class Berujung Insiden di Pantai Pangi, Satu Santri Masih Dicari

Outing Class Berujung Insiden di Pantai Pangi, Satu Santri Masih Dicari

June 11, 2026
Tragis! Seorang Bidan RSUD Besuki Ditemukan Tewas di Selokan Situbondo, Diduga Dihabisi Suami

Tragis! Seorang Bidan RSUD Besuki Ditemukan Tewas di Selokan Situbondo, Diduga Dihabisi Suami

June 08, 2026

Recent Comments

Editor Post

Gempar Penemuan Mayat Di Kuburan Cina Dengan Pisau Tertancap Di Leher

Gempar Penemuan Mayat Di Kuburan Cina Dengan Pisau Tertancap Di Leher

July 14, 2019
Ada Terowongan Dan Sumber Mata Air Di Balik Wingitnya Kawasan Lembah Pawon Sewu Di Kediri

Ada Terowongan Dan Sumber Mata Air Di Balik Wingitnya Kawasan Lembah Pawon Sewu Di Kediri

July 15, 2019
Anak kandung Biadap Merampas kalung Ibunya untuk Foya - Foya

Anak kandung Biadap Merampas kalung Ibunya untuk Foya - Foya

July 08, 2019

Popular Post

Mantan Karyawan KSP Sentosa Makmur Gelapkan Uang Perusahaan Ratusan Juta Akhirnya Diadili

Mantan Karyawan KSP Sentosa Makmur Gelapkan Uang Perusahaan Ratusan Juta Akhirnya Diadili

June 08, 2026
Outing Class Berujung Insiden di Pantai Pangi, Satu Santri Masih Dicari

Outing Class Berujung Insiden di Pantai Pangi, Satu Santri Masih Dicari

June 11, 2026
Tragis! Seorang Bidan RSUD Besuki Ditemukan Tewas di Selokan Situbondo, Diduga Dihabisi Suami

Tragis! Seorang Bidan RSUD Besuki Ditemukan Tewas di Selokan Situbondo, Diduga Dihabisi Suami

June 08, 2026

Populart Categoris

  • Biro Bayuwangi1
  • Biro Keerom1
  • Jawa Timur616
  • Nasional4823
  • biro NTB2
  • biro Sidoarjo7
  • biro Jakarta89
  • biro Jatim1
  • biro Kediri kota165
Radio On Air FM Pare

About Us

Radio On Air Fm adalah Radio di Kediri Jawa Timur yang ingin mengangkat sejarah budaya dikota Kediri Khususnya Pare.

Contact us: onairfmpare@gmail.com

Follow Us

@2023 Radio On Air FM Pare - Kediri - Jawa Timur | Team IT : Mbah Yo
  • Redaksi
  • Tentang
  • Siber
  • Index
  • Kontak