UNISKA Kediri Bangun Desa Binaan, KKNT 2026 Libatkan BI, OJK, BPS hingga Pemerintah Daerah

RADIOONAIRFMPARE.COM ||KEDIRI – Universitas Islam Kadiri (UNISKA) Kediri tidak hanya menerjunkan ratusan mahasiswa dalam program Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) Tahun 2026, tetapi juga memperkuat konsep pembangunan desa berkelanjutan melalui program Desa Binaan yang melibatkan berbagai instansi pemerintah dan mitra strategis.
Komitmen tersebut ditandai dengan pelepasan 680 mahasiswa KKNT dan penandatanganan kesepakatan Desa Binaan yang berlangsung di Kampus UNISKA Kediri, Senin (20/7/2026).
Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UNISKA Kediri, Fitri Lisnanti, mengatakan, program tahun ini dirancang berbeda karena tidak hanya berorientasi pada pelaksanaan KKN selama satu bulan, tetapi juga keberlanjutan program setelah mahasiswa kembali ke kampus.
"KKNT tahun ini menjadi bagian dari pengembangan Desa Binaan UNISKA. Jadi bukan hanya kegiatan satu bulan, tetapi ada pendampingan yang berkelanjutan bersama berbagai mitra," ujarnya.
Menurut Fitri, kolaborasi tersebut melibatkan Bank Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Badan Pusat Statistik (BPS), pemerintah kabupaten dan kota, pemerintah desa, sektor perbankan, dunia usaha, hingga Sekolah Indonesia Kuala Lumpur (SIKL) di bawah KBRI Malaysia.
Ia menjelaskan, sinergi lintas sektor diperlukan agar program yang dijalankan mahasiswa mampu menjawab kebutuhan masyarakat sekaligus mempercepat pembangunan desa.
"Pengabdian masyarakat akan semakin kuat apabila dilakukan bersama-sama. Karena itu kami mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk berkolaborasi sehingga dampaknya benar-benar dirasakan masyarakat," katanya.
Program Desa Binaan difokuskan pada penguatan ketahanan pangan, digitalisasi desa, tata kelola pemerintahan, pengembangan UMKM dan BUMDes, peningkatan kualitas sumber daya manusia, pelestarian lingkungan, hingga penerapan teknologi tepat guna hasil riset perguruan tinggi.
Rektor UNISKA Kediri, Bambang Yulianto, mengatakan, mahasiswa diharapkan mampu menjadi penghubung antara dunia akademik dengan kebutuhan masyarakat.
Ia meminta seluruh peserta KKNT menjaga nama baik almamater sekaligus mengimplementasikan ilmu pengetahuan yang diperoleh selama kuliah.
"Kami berharap mahasiswa mampu memberikan solusi bagi masyarakat sekaligus memperoleh pengalaman nyata selama berada di desa. Itu akan menjadi bekal penting ketika mereka lulus nanti," ujar Bambang.
Sebanyak 680 mahasiswa akan ditempatkan di Kabupaten Kediri, Kota Kediri, Kabupaten Tulungagung, Kabupaten Blitar, serta mengikuti program KKN Internasional di Malaysia.
Selain menjalankan program pengabdian, mahasiswa juga akan mendukung sejumlah program nasional seperti SIGAP Pangan bersama Bank Indonesia, Desa Cinta Statistik (Desa Cantik) bersama BPS, penguatan literasi keuangan bersama OJK, serta berbagai kegiatan pemberdayaan masyarakat berbasis potensi lokal.
Melalui konsep Desa Binaan tersebut, UNISKA Kediri berharap pengabdian mahasiswa tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi mampu menciptakan program yang berkelanjutan dan memberikan dampak nyata terhadap pembangunan desa.
REPORTER : ONAIR/AR


Post a Comment