Search
24 C
en
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Siber
Radio On Air FM Pare
ON AIR FM PARE
  • NEWS
  • DAERAH
    • Nasional
    • Jawa Timur
    • Jawa Tengah
    • Jawa Barat
    • Jakarta
  • Nasional
    • Video
  • Advertorial
  • AG 892 Streaming
  • Berita
    • Hukrim
    • Peristiwa
    • TNI
    • POLRI
    • Pemerintah
    • Pendidikan
    • Budaya
Radio On Air FM Pare
Search
Home Cita Rasa Menggugah Selera Berita onair Kue Lumpur Arang Khas Pare Kediri Nduk D'Tha Kue Lumpur Arang Khas Pare Kediri Nduk D'Tha, Cita Rasa Menggugah Selera
Cita Rasa Menggugah Selera Berita onair Kue Lumpur Arang Khas Pare Kediri Nduk D'Tha

Kue Lumpur Arang Khas Pare Kediri Nduk D'Tha, Cita Rasa Menggugah Selera

radioonairfm
radioonairfm
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp

RADIOONAIRFMPARE.COM || Kediri - Beragam jajanan tradisional terus mendapat sentuhan inovasi dari pelaku usaha kuliner. Salah satunya kue lumpur bakar Nduk D'Tha di Kecamatan Pare, Kabupaten Kediri, yang menawarkan cara penyajian berbeda dari kue lumpur pada umumnya.

Jika biasanya kue lumpur dimasak menggunakan cetakan dengan sumber panas dari bawah atau dikukus, jajanan ini memiliki ciri khas berupa penggunaan arang sebagai sumber panas pada bagian atas kue.

Aroma asap dari arang menjadi salah satu daya tarik tersendiri ketika kue lumpur mulai dibakar. Sensasi smoky tersebut berpadu dengan tekstur lembut dan bagian tengah kue yang masih terasa lumer saat disantap.

Kue lumpur bakar Nduk D'Tha berada di Jalan PB Sudirman, Kecamatan Pare tepatnya di kawasan timur Stadion Canda Bhirawa Pare dan di depan Swalayan Dinasti.

Usaha kuliner tersebut dijalankan oleh keluarga Dita dan telah berjalan sekitar empat tahun. 

Sofia Putri, anak Dita, mengatakan ide awal usaha tersebut berasal dari kegemaran sang ibu mencoba berbagai kuliner.

"Ibu itu suka kuliner. Setiap hari Minggu biasanya kulineran dari jam 4 pagi sampai malam jam 8," kata Sofia saat ditemui di kedai, Sabtu (19/9/2026). 

Kegemaran tersebut membuat Dita kerap mencari dan mencicipi berbagai jajanan di sejumlah daerah. Salah satunya kue lumpur bakar yang ditemuinya di wilayah Sidoarjo dan Malang.

Dari pengalaman tersebut, muncul keinginan untuk membuat jajanan serupa dengan menyesuaikan cita rasa yang bisa diterima masyarakat di Pare.

Setelah melalui sejumlah percobaan resep, akhirnya ditemukan komposisi yang dinilai sesuai. Adonan kue lumpur bakar Nduk D'Tha dibuat dari bahan dasar santan, telur dan tepung.

Nama Nduk D'tha sendiri berasal dari nama Dita, pemilik usaha kue lumpur bakar ini. 

Proses memasaknya menjadi pembeda utama dari kue lumpur lain. Adonan cair dituangkan ke dalam cetakan, kemudian bagian atasnya ditutup menggunakan tungku yang diberi arang.

Tungku bulat dengan isi arang ini dibuat sendiri dengan menyesuaikan ukuran cetakan adonan. 

Panas dari arang tersebut membuat bagian atas kue matang secara perlahan. Proses itu sekaligus memberikan aroma khas asap yang menjadi karakter utama kue lumpur bakar Nduk D'Tha.

Meski sudah matang, teksturnya tidak dibuat terlalu padat. Bagian dalam kue masih terasa lembut dan sedikit lumer sehingga memberikan sensasi berbeda ketika disantap.

"Kalau di sini dari adonan cair ditutup sama tungku arang jadi padat. Tapi tidak terlalu padat, masih ada lumer-lumernya," ujar Sofia.

Untuk pilihan rasa, Nduk D'Tha menyediakan tiga varian yang dapat dipilih pembeli. Ketiganya yakni original, nangka dan kelapa muda.

Harga yang ditawarkan juga relatif terjangkau. Kue lumpur varian original dibanderol mulai rp 2.500 per buah, sedangkan varian nangka dan kelapa muda dijual rp 3.000 per buah.

Bagi pembeli yang ingin mencoba beberapa rasa sekaligus, tersedia paket campuran seharga rp 15.000. Dalam satu paket tersebut terdapat dua kue lumpur original, dua rasa nangka dan dua rasa kelapa muda.

Dalam sehari, produksi kue lumpur bakar Nduk D'Tha dapat mencapai sekitar 60 hingga 80 liter adonan. Dari jumlah itu, bisa menghasilkan 250 paket kue lumpur bakar. Jumlah produksi tersebut menyesuaikan dengan permintaan pelanggan setiap harinya.

Perjalanan usaha selama empat tahun membuat kue lumpur bakar tersebut mulai memiliki pelanggan tetap. Sofia mengatakan pada masa awal berjualan, sebagian pembeli masih menyesuaikan diri dengan karakter rasa dan aroma dari proses pembakaran menggunakan arang.

Namun, seiring waktu, respons pelanggan mulai berubah. Aroma smoky yang sebelumnya terasa asing justru menjadi salah satu karakter yang dicari pembeli.

"Awal-awal katanya masih mentah karena belum mengenal. Tapi sekarang sudah mantap, sudah enak," ungkapnya.

Dengan ukuran kedai 2x3 meter, para pelanggan silir berganti untuk antre mendapatkan kue lumpur bakar tersebut. 

Renita, salah seorang pembeli asal Kecamatan Kepung, mengatakan dirinya cukup sering membeli kue lumpur tersebut. Ia tertarik karena jajanan itu memiliki karakter yang berbeda dibandingkan kue lumpur pada umumnya.

Menurutnya, kue lumpur bakar tersebut cocok dijadikan camilan untuk dinikmati bersama keluarga. Ia biasanya membeli pada siang hari.

"Saya kerap membeli kue lumpur ini karena memang ini satu-satunya dan rasanya enak. Biasanya saya beli siang hari untuk dimakan bersama keluarga," kata Renita.

Pembeli lainnya, Ilya asal Kepung, mengetahui keberadaan kue lumpur bakar tersebut dari temannya saat mengikuti les renang di wilayah Pare.

Ia kemudian tertarik mencoba karena proses pembuatannya menggunakan arang. Menurut Ilya, penggunaan arang memberikan aroma khas yang membedakannya dari kue lumpur biasa.

"Rasanya berbeda karena ada ciri khas bau arangnya, smoky-nya. Untuk cita rasa juga memang enak," ujar Ilya.

Bagi pelaku usaha, keunikan produk menjadi salah satu modal penting untuk mempertahankan keberlangsungan bisnis kuliner. Di tengah banyaknya pilihan jajanan, karakter rasa yang berbeda dapat menjadi alasan konsumen untuk kembali membeli.

Kue lumpur bakar Nduk D'Tha juga tidak hanya mengandalkan keunikan proses produksi. Konsistensi rasa menjadi perhatian agar pelanggan yang datang kembali tetap mendapatkan cita rasa yang sama.

Sofia berharap jumlah pelanggan terus bertambah tanpa menghilangkan karakter khas kue lumpur bakar yang selama ini menjadi daya tarik produknya.

Ia juga membuka peluang pengembangan usaha melalui penambahan cabang di masa mendatang.

"Semoga pelanggannya tetap balik lagi. Rasanya tetap meskipun nanti ada yang buka cabang. Semoga makin laris, makin ramai. Insya Allah kita mau buka cabang," katanya.

Saat ini, kue lumpur bakar Nduk D'Tha buka setiap hari mulai pukul 08.00 hingga 15.00 WIB. Dengan menggabungkan resep sederhana, proses pembakaran menggunakan arang dan harga yang terjangkau, kue lumpur bakar Nduk D'Tha menjadi salah satu pilihan jajanan yang menawarkan pengalaman berbeda bagi penikmat kuliner di Pare.

REPORTER : ONAIR

Via Cita Rasa Menggugah Selera Berita onair
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Older Posts
Newer Posts

You may like these posts

Post a Comment

Stay Conneted

facebook Like
twitter Follow
youtube Subscribe
vimeo Subscribe
instagram Follow
rss Subscribe
pinterest Follow

Featured Post

Pemkab Kediri Lanjutkan Pembangunan Jalan Menuju Kawah Kelud

radioonairfm- September 22, 2026 0
Pemkab Kediri Lanjutkan Pembangunan Jalan Menuju Kawah Kelud
RADIOONAIRFMPARE.COM || KEDIRI - Pemerintah Kabupaten Kediri melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang kembali melanjutkan pekerjaan akses jalan menuj…

Most Popular

Polsek Kandat Gerak Cepat Gerebek Dugaan Perjudian Sabung Ayam

Polsek Kandat Gerak Cepat Gerebek Dugaan Perjudian Sabung Ayam

September 15, 2026
Arena Judi Sabung Ayam di Hutan Jati Jombang Digerebek, Pejudi Kabur

Arena Judi Sabung Ayam di Hutan Jati Jombang Digerebek, Pejudi Kabur

September 18, 2026
Pemkot Kediri Sampaikan Nota Keuangan Perubahan APBD Tahun Anggaran 2026

Pemkot Kediri Sampaikan Nota Keuangan Perubahan APBD Tahun Anggaran 2026

September 15, 2026

Recent Comments

Editor Post

Gempar Penemuan Mayat Di Kuburan Cina Dengan Pisau Tertancap Di Leher

Gempar Penemuan Mayat Di Kuburan Cina Dengan Pisau Tertancap Di Leher

July 14, 2019
Ada Terowongan Dan Sumber Mata Air Di Balik Wingitnya Kawasan Lembah Pawon Sewu Di Kediri

Ada Terowongan Dan Sumber Mata Air Di Balik Wingitnya Kawasan Lembah Pawon Sewu Di Kediri

July 15, 2019
Anak kandung Biadap Merampas kalung Ibunya untuk Foya - Foya

Anak kandung Biadap Merampas kalung Ibunya untuk Foya - Foya

July 08, 2019

Popular Post

Polsek Kandat Gerak Cepat Gerebek Dugaan Perjudian Sabung Ayam

Polsek Kandat Gerak Cepat Gerebek Dugaan Perjudian Sabung Ayam

September 15, 2026
Arena Judi Sabung Ayam di Hutan Jati Jombang Digerebek, Pejudi Kabur

Arena Judi Sabung Ayam di Hutan Jati Jombang Digerebek, Pejudi Kabur

September 18, 2026
Pemkot Kediri Sampaikan Nota Keuangan Perubahan APBD Tahun Anggaran 2026

Pemkot Kediri Sampaikan Nota Keuangan Perubahan APBD Tahun Anggaran 2026

September 15, 2026

Populart Categoris

  • Biro Bayuwangi1
  • Biro Keerom1
  • Jawa Timur616
  • Nasional4823
  • biro NTB2
  • biro Sidoarjo7
  • biro Jakarta89
  • biro Jatim1
  • biro Kediri kota165
Radio On Air FM Pare

About Us

Radio On Air Fm adalah Radio di Kediri Jawa Timur yang ingin mengangkat sejarah budaya dikota Kediri Khususnya Pare.

Contact us: onairfmpare@gmail.com

Follow Us

@2023 Radio On Air FM Pare - Kediri - Jawa Timur | Team IT : Mbah Yo
  • Redaksi
  • Tentang
  • Siber
  • Index
  • Kontak