Dapat Bantuan Dari Astra Daihatsu ke Posyandu
Berita onair
Mendapat Perhatian Dalam Penanganan Stunting. 28 Anak di Desa Sepawon Kediri
Mendapat Perhatian Dalam Penanganan Stunting. 28 Anak di Desa Sepawon Kediri, Dapat Bantuan Dari Astra Daihatsu ke Posyandu
RADIOONAIRFMPARE.COM ||Kediri - Upaya menekan angka stunting di Kabupaten Kediri terus dilakukan dengan melibatkan berbagai pihak, termasuk pemerintah desa, kader posyandu, PKK hingga sektor swasta.
Salah satunya dilakukan di Desa Sepawon, Kecamatan Plosoklaten Kabupaten Kediri. Desa yang berada di wilayah paling ujung Kecamatan Plosoklaten tersebut menjadi salah satu wilayah yang mendapat perhatian dalam penanganan stunting karena masih ditemukan cukup banyak anak mengalami masalah pertumbuhan
Desa ini juga berada di Lereng Gunung Kelud dengan lokasi berada terapit dari area perkebunan milik PTPN.
Sebagai bagian dari upaya tersebut, Astra Daihatsu Kediri memberikan bantuan sarana dan prasarana untuk mendukung kegiatan Posyandu di Desa Sepawon. Bantuan tersebut diserahkan di Balai Desa Sepawon, Selasa (8/9/2026) siang pukul 11.00 WIB.
Ketua TP PKK Kabupaten Kediri Eriani Annisa Hanindhito Himawan Pramana melalui perwakilan PKK Kecamatan Plosoklaten menyampaikan apresiasi atas kepedulian Astra Daihatsu terhadap upaya pencegahan dan penanganan stunting.
Menurutnya, penanganan stunting tidak cukup hanya dilakukan setelah anak mengalami gangguan pertumbuhan. Pencegahan harus dilakukan sejak masa kehamilan hingga periode tumbuh kembang anak.
"Stunting adalah ancaman bagi tumbuh kembang anak. Karena itu, gerakan PKK harus menjadi salah satu ujung tombak dalam upaya pencegahan dan penanganannya," ujarnya.
Mbak Cicha menyebut terdapat sejumlah hal yang perlu diperkuat oleh para kader. Pertama, memperkuat pola asuh sekaligus melakukan pemantauan terhadap ibu hamil dan memastikan kebutuhan gizi anak terpenuhi, termasuk pemberian ASI.
Kedua, masyarakat didorong untuk menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) serta menjaga lingkungan agar tetap bersih. Kondisi lingkungan yang sehat dinilai menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung tumbuh kembang anak.
Ketiga, keberadaan Posyandu harus terus diaktifkan. Posyandu diharapkan tidak sekadar menjadi tempat penimbangan balita, tetapi juga menjadi layanan yang ramah bagi anak dan ibu serta pusat edukasi kesehatan keluarga.
"Semua harus bergerak bersama. Penanganan stunting membutuhkan kepedulian dari berbagai pihak agar angka stunting di Kabupaten Kediri terus menurun," jelasnya.
Sementara itu, Kepala Desa Sepawon Rahmad Sudrajat mengatakan kondisi geografis desanya menjadi salah satu tantangan dalam memberikan pendampingan kepada masyarakat. Desa Sepawon berada di wilayah paling ujung Kecamatan Plosoklaten dan memiliki lima dusun.
Di desa ini, mayoritas masyarakat menggantungkan hidup dengan bertani, beternak dan berkebun.
"Harapannya pendampingan ini bisa berkesinambungan dan tetap kita jaga. Kami juga terus mendorong masyarakat di Sepawon untuk menjaga kesehatan," katanya.
Rahmad mengungkapkan, saat ini terdapat sekitar 28 anak di Desa Sepawon yang masuk dalam kategori stunting. Kondisi tersebut menjadi perhatian pemerintah desa bersama kader kesehatan dan berbagai pihak yang terlibat dalam penanganan stunting.
Menurutnya, penguatan Posyandu menjadi penting karena layanan tersebut berada dekat dengan masyarakat. Dengan fasilitas yang lebih memadai, kader diharapkan dapat memberikan pendampingan secara lebih optimal kepada ibu dan anak.
Dari sisi ekonomi masyarakat, upaya penanganan stunting juga memiliki kaitan erat dengan kemampuan keluarga dalam memenuhi kebutuhan pangan bergizi. Karena itu, edukasi kepada keluarga tidak hanya berkaitan dengan kesehatan, tetapi juga bagaimana memanfaatkan sumber pangan yang tersedia secara tepat dan terjangkau.
"Untuk sekolah di Desa ini ada sampai jenjang SD, ada 3, kalau untuk SMP harus keluar desa," ucapnya.
Di sisi lain, Branch Manager Astra Daihatsu Kediri Luh Putu Citra Pertiwi Wetra mengatakan, program CSR terkait stunting merupakan salah satu perhatian perusahaan yang telah dijalankan di sejumlah wilayah.
Luh Putu menjelaskan, pemilihan Desa Sepawon dilakukan setelah pihaknya berkoordinasi dengan PKK Kabupaten Kediri. Dari koordinasi tersebut, Desa Sepawon diketahui menjadi salah satu wilayah yang memiliki angka stunting cukup tinggi sehingga membutuhkan perhatian.
"Memang konsennya ada di sini. Dari situ kami bergerak ke Desa Sepawon untuk memberikan CSR berupa bantuan sesuai dengan kebutuhan PKK dan Posyandu setempat," jelasnya.
Bantuan yang diberikan tidak hanya berupa fasilitas pendukung kegiatan Posyandu, tetapi juga peralatan yang dapat digunakan untuk membantu stimulasi tumbuh kembang anak.
Di antaranya terdapat alat stimulasi untuk mendukung perkembangan motorik kasar dan motorik halus anak, serta fasilitas pendukung bagi kader ketika memberikan pengarahan kepada masyarakat.
Menurut Luh Putu, bantuan tersebut diharapkan tidak berhenti pada penyerahan fasilitas. Astra Daihatsu berkomitmen untuk melakukan pendampingan secara berkelanjutan dengan melihat perkembangan kondisi Posyandu dan kebutuhan masyarakat di Desa Sepawon.
"Harapannya CSR ini tidak hanya sekali. Ini akan menjadi program CSR berkelanjutan. Jadi tidak hanya memberikan bantuan kemudian selesai, tetapi tetap ada pendampingan," ungkapnya.
Ia menambahkan, pihaknya akan terus berkomunikasi dengan PKK maupun Posyandu untuk mengetahui kebutuhan lanjutan. Evaluasi tersebut diperlukan agar dukungan yang diberikan benar-benar sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
Langkah kolaboratif tersebut diharapkan dapat memperkuat layanan kesehatan dasar di Desa Sepawon sekaligus membantu keluarga dalam mencegah stunting sejak dini.
Dengan penguatan Posyandu, pendampingan keluarga, penerapan pola hidup bersih dan sehat serta dukungan berbagai pihak, penanganan stunting di Desa Sepawon diharapkan dapat berjalan lebih optimal dan berdampak terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia di Kabupaten Kediri.
REPORTER : ONAIR/AK



Post a Comment