Selama 14 Hari Operasi Zebra Semeru 2024,Polres Kediri Berhasil Menurunkan Angka Kecelakaan Hingga 57,14%
Kasat Lantas Polres Kediri, AKP Jodi Indrawan, mengungkapkan bahwa penurunan ini adalah hasil dari peningkatan kepatuhan masyarakat terhadap peraturan lalu lintas. "Harapan kami adalah masyarakat terus mematuhi aturan lalu lintas, bukan hanya saat ada operasi, tetapi setiap kali berkendara, baik roda dua maupun roda empat," kata AKP Jodi saat dikonfirmasi, Selasa (29/10/2024).
AKP Jodi juga menjelaskan bahwa pada Operasi Zebra Semeru tahun sebelumnya, petugas mencatat 18.800 pelanggaran di lapangan, yang ditindak melalui teguran dan tilang. "Syukur, tahun ini pelanggaran turun menjadi 11.100," imbuhnya.
Lebih lanjut, AKP Jodi menjelaskan bahwa mayoritas pelanggaran dilakukan oleh pengendara roda dua di bawah umur, terutama pelajar SMP dan SMA yang belum memiliki izin mengemudi. Dia pun berpesan kepada para orang tua agar tidak memberi akses kendaraan bermotor kepada anak yang belum cukup umur. "Ini demi keselamatan anak dan pengguna jalan lainnya," imbau Jodi.
Selain itu, operasi ini juga menyasar truk yang melanggar aturan, terutama yang membawa muatan melebihi kapasitas. Truk-truk tersebut kerap dikeluhkan masyarakat karena berpotensi menimbulkan kecelakaan seperti patah as atau terguling, terutama di wilayah Kecamatan Ngancar, Puncu, dan Plosoklaten. "Truk yang kelebihan muatan kami tindak tegas dengan teguran dan tilang, serta himbauan. Beberapa unit bahkan kami amankan karena tidak memiliki STNK sah atau masa berlakunya habis," tambah Jodi.
AKP Jodi berharap, setelah Operasi Zebra ini berakhir, masyarakat tetap konsisten menaati aturan lalu lintas demi menjaga ketertiban dan keselamatan di jalan raya.(AG892/AK)



Post a Comment