Satlantas Polres Kediri Ops Semeru 2026 Ubah Strategi, pendekatan preventif dan edukasi
RADIOONAIRFMPARE.COM ||Kediri, – Polres Kediri mencatat peningkatan signifikan dalam pelaksanaan Ops Keselamatan Semeru 2026. Hal tersebut disampaikan oleh Kasat Lantas AKP Mega Satriatama pada Kamis (19/2/2026).
AKP Mega menjelaskan, hingga hari ke-14 pelaksanaan operasi, jumlah kegiatan preventif dalam Ops Keselamatan Semeru 2026 mencapai 5.088 kegiatan.
Angka tersebut meningkat tajam dibandingkan Ops Keselamatan Semeru 2025 yang tercatat sebanyak 10 kegiatan, atau mengalami kenaikan 5.078 kegiatan.
"Pada tahun 2026 ini operasi keselamatan kegiatan preventif meningkat. Hal ini untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tertib berlalulintas," jelas AKP Mega, pada Kamis (19/2/2026).
Adapun rincian kegiatan preventif Ops Keselamatan Semeru 2026 meliputi penyuluhan tertib berlalu lintas di ruang publik seperti sekolah, kampus, perkantoran, dan terminal; sosialisasi keselamatan berkendara kepada masyarakat; kampanye keselamatan (safety riding dan safety driving).
Kemudian penyebaran brosur, leaflet, dan stiker keselamatan; program Police Goes To School; pembinaan komunitas lalu lintas dan sopir angkutan; serta penyebaran informasi daerah rawan kecelakaan dan kemacetan.
Sementara, pada kegiatan preventif juga meningkat pada operasi Keselamatan Semeru 2026.
Jumlah kegiatan preventif tercatat sebanyak 5.088 kali, dengan rincian terhadap orang sebanyak 2.940 kali, terhadap kendaraan 443 kali, serta terhadap jalan dan lingkungan 1.705 kali.
Sementara itu, pada periode yang sama tahun 2025, kegiatan preventif hanya berjumlah 14 kali. Dengan demikian, terjadi kenaikan sebanyak 5.074 kegiatan.
AKP Mega menegaskan bahwa pendekatan preventif menjadi prioritas utama dalam operasi tahun ini.
"Kami lebih mengedepankan edukasi dan pembinaan kepada masyarakat agar tumbuh kesadaran berlalu lintas yang aman dan tertib,” tegas AKP Mega.
Penindakan pelanggaran naik signifikan dalam aspek penindakan pelanggaran lalu lintas, Ops Keselamatan Semeru 2026 mencatat 10.176 perkara hingga hari ke-14. Rinciannya terdiri dari 4 perkara melalui sistem ETLE dan 10.172 perkara berupa teguran.
Sedangkan pada Ops Keselamatan Semeru 2025, penindakan tercatat sebanyak 1.312 perkara, dengan rincian 31 perkara melalui ETLE dan 1.281 perkara berupa teguran.
"Dengan demikian, terjadi kenaikan penindakan sebanyak 8.864 perkara dibandingkan tahun sebelumnya," tutur AKP Mega
Peningkatan ini menunjukkan intensitas pengawasan yang lebih tinggi sekaligus komitmen aparat dalam menekan potensi pelanggaran yang dapat berujung kecelakaan.
Data Kecelakaan Lalu Lintas
Untuk angka kecelakaan lalu lintas, pada operasi Keselamatan Semeru 2026 tercatat 2 perkara dengan korban luka ringan sebanyak 3 orang.
Sementara pada periode yang sama tahun 2025, tercatat 1 perkara dengan 1 korban luka ringan. Hal ini menunjukkan kenaikan 1 perkara kecelakaan
Meski terjadi peningkatan jumlah kejadian, pihak kepolisian menilai angka tersebut masih dalam kategori terkendali dan terus dilakukan upaya antisipasi di titik-titik rawan.
Menurut AKP Mega, pelaksanaan Ops Keselamatan Semeru 2026 ini sekaligus menjadi bagian dari evaluasi serta persiapan menghadapi Operasi Ketupat Semeru 2026 dalam rangka pengamanan arus mudik dan balik Lebaran.
“Operasi ini menjadi momentum untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam berlalu lintas sekaligus memetakan potensi kerawanan menjelang mudik Lebaran,” ungkap AKP Mega.
REPORTER : ON-AIR/AK


Post a Comment