Kasus Campak Meningkat, Dinas kesehatan Kabupaten Kediri Percepat Vaksinasi Massal hingga Tingkat Desa

RADIOONAIRFMPARE.COM || KEDIRI - Upaya pencegahan penyebaran campak terus digencarkan di Kabupaten Kediri.
Pemerintah daerah bersama Tim Penggerak PKK dan tenaga kesehatan menggelar kegiatan imunisasi serentak yang menyasar bayi hingga balita, sebagai respons atas meningkatnya kasus campak di sejumlah wilayah di Indonesia.
Kegiatan ini berlangsung secara serentak di Jawa Timur, termasuk di Kabupaten Kediri, yang telah dimulai sejak Senin (30/3/2026) dan berakhir pada Kamis (2/4/2026).
Ketua Tim Kerja Surveilans dan Imunisasi Dinas Kesehatan Kabupaten Kediri, Agus Sulistiyorini, mengatakan vaksinasi serentak dilakukan sebagai respons cepat terhadap situasi epidemiologi terkini.
“Kegiatan ini merupakan tindak lanjut atas peningkatan kasus campak di Indonesia. Jawa Timur juga mulai mengalami kenaikan kasus di beberapa wilayah sehingga upaya pencegahan melalui imunisasi harus segera diperkuat,” ujarnya di lokasi kegiatan imunisasi.
Menurut Agus Sulistyorini, campak memiliki tingkat penularan yang sangat tinggi dan berisiko menimbulkan komplikasi serius, terutama pada bayi dan balita yang belum memiliki kekebalan optimal.
Imunisasi campak diberikan sejak usia bayi 9 bulan, dilanjutkan pada usia 15 bulan serta imunisasi penguat pada usia 18 hingga 24 bulan. Pemerintah juga tetap menjalankan imunisasi lanjutan melalui program Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) bagi siswa kelas 1 sekolah dasar.
"Secara nasional memang terjadi peningkatan kasus campak, termasuk di beberapa wilayah Jawa Timur. Karena itu, kami mengkampanyekan imunisasi sebagai langkah utama pencegahan," jelasnya.
Ia menyebutkan bahwa kelompok paling rentan terhadap campak adalah bayi usia 0 hingga balita. Oleh karena itu, imunisasi diberikan mulai usia 9 bulan hingga 59 bulan, dengan skema lanjutan pada usia 18 bulan dan saat anak memasuki usia sekolah.
"Target nasional untuk imunisasi campak-rubella (MR) adalah mencapai 95 persen. Jika tercapai, maka akan terbentuk kekebalan kelompok atau herd immunity, sehingga penyebaran bisa ditekan," ungkapnya.
Selain imunisasi, Dinas Kesehatan juga meningkatkan kewaspadaan melalui pemantauan aktif di lapangan. Petugas puskesmas diminta untuk mendeteksi secara dini setiap kasus yang dicurigai sebagai campak.
"Gejala yang perlu diwaspadai antara lain demam disertai ruam atau bercak kemerahan. Jika ditemukan, petugas akan segera mengambil sampel untuk diperiksa lebih lanjut di laboratorium," terang dr. Bambang Triyono.
Ia menambahkan, keterlibatan masyarakat sangat penting dalam menekan penyebaran penyakit ini. Warga diimbau segera melapor jika menemukan gejala serupa di lingkungan sekitar.
"Harapannya masyarakat bisa ikut berperan aktif, sehingga penyebaran campak dapat dicegah sejak dini," pungkasnya.
REPORTER : ONAIR/AK

Post a Comment