Search
24 C
en
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Siber
Radio On Air FM Pare
ON AIR FM PARE
  • NEWS
  • DAERAH
    • Nasional
    • Jawa Timur
    • Jawa Tengah
    • Jawa Barat
    • Jakarta
  • Nasional
    • Video
  • Advertorial
  • AG 892 Streaming
  • Berita
    • Hukrim
    • Peristiwa
    • TNI
    • POLRI
    • Pemerintah
    • Pendidikan
    • Budaya
Radio On Air FM Pare
Search
Home Jangkar Kelud Perkuat Kesiapsiagaan Bencana Warga Lereng Gunung Diminta Tak Lengah Hadapi Musim Kemarau Berita onair Siaga Hadapi Potensi Bencana, Warga Lereng Gunung Kelud Diminta Tak Lengah saat Kemarau
Jangkar Kelud Perkuat Kesiapsiagaan Bencana Warga Lereng Gunung Diminta Tak Lengah Hadapi Musim Kemarau Berita onair

Siaga Hadapi Potensi Bencana, Warga Lereng Gunung Kelud Diminta Tak Lengah saat Kemarau

radioonairfm
radioonairfm
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp

RADIOONAIRFMPARE.COM ||KEDIRI - Upaya memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana di kawasan lereng Gunung Kelud terus dilakukan melalui kolaborasi lintas sektor. 

Salah satunya terlihat dalam agenda silaturahmi dan riyayan komunitas Jangkar Kelud yang digelar di area wisata Ragil Kuning Desa Krenceng Kecamatan Kepung, Kabupaten Kediri Sabtu (18/4/2026) pagi.

Kegiatan ini tidak sekadar menjadi ajang temu komunitas, namun juga diisi dengan berbagai agenda edukasi kebencanaan, reboisasi, hingga tabur benih ikan nila sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan.

Para peserta dari tiga Kabupaten, yakni Blitar, Malang dan Kediri terlihat memadati area sejak pukul 08.30 WIB pagi. 

Dalam kesempatan itu, Koordinator Jangkar Kelud, Catur Sudarmanto menegaskan pentingnya peran masyarakat dalam penanggulangan bencana. Menurutnya, keberhasilan evakuasi saat erupsi Gunung Kelud 2014 menjadi bukti bahwa edukasi yang terus dilakukan mampu menyelamatkan banyak nyawa.

"Ketika erupsi terjadi, masyarakat mampu melakukan evakuasi secara mandiri. Itu tidak terjadi begitu saja, pasti ada proses edukasi dan pendampingan yang terus dilakukan," kenang Pria yang akrab disapa Mbah Darmo ini.

Dia menyebut, konsep penanggulangan bencana tidak bisa dilakukan secara sendiri-sendiri, melainkan harus melibatkan berbagai pihak. Mulai dari pemerintah, masyarakat, dunia usaha, akademisi hingga media dalam satu kesatuan pentahelix.

"Tidak ada yang paling hebat. Semua punya peran. Sekecil apa pun kontribusinya, itu penting dan harus diapresiasi," jelasnya di depan para relawan. 

Mbah Darmo juga mengingatkan bahwa ancaman bencana tidak selalu terlihat dalam bentuk kerusakan fisik. Dampak ekonomi seperti yang terjadi saat pandemi Covid-19 juga menjadi contoh nyata kerugian besar tanpa kerusakan infrastruktur.

"Kerugian itu tidak harus karena bangunan rusak. Akses tertutup saja sudah bisa melumpuhkan ekonomi masyarakat," imbuhnya.

Sementara itu, Ketua Tim Pencegahan BPBD Jawa Timur, Dadang Iqwandy menyampaikan bahwa musim kemarau tahun 2026 diprediksi akan berlangsung cukup panjang, bahkan di beberapa wilayah bisa mencapai hingga 24 dasarian.

"Kita berharap di musim kemarau ini masyarakat saling menjaga. Karena hampir 90 persen kebakaran hutan dan lahan itu disebabkan oleh aktivitas manusia," jelasnya.

Dadang juga menyoroti pentingnya kewaspadaan di kawasan Gunung Kelud yang merupakan salah satu gunung api aktif di Jawa Timur. Berdasarkan catatan sejarah, erupsi Gunung Kelud memiliki siklus tertentu yang perlu diantisipasi.

"Gunung Kelud itu punya periodisasi. Maka kesiapsiagaan harus terus dibangun, baik oleh pemerintah maupun masyarakat," katanya.

Dalam kesempatan itu, Dadang juga menekankan pentingnya peran komunitas seperti Jangkar Kelud sebagai ujung tombak di tingkat masyarakat dalam mitigasi bencana.

"Potensi masyarakat itu besar sekali. Karena itu harus dirangkul dan diperkuat melalui pelatihan dan koordinasi," tambahnya.

Di sisi lain, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Kediri Mustika Prayitno Adi turut menyinggung pentingnya mengembangkan kawasan wisata berbasis alam dengan tetap memperhatikan aspek keselamatan.

Menurutnya, wilayah lereng Kelud memiliki potensi wisata yang besar, namun harus diimbangi dengan kesiapan infrastruktur dan mitigasi risiko bencana.

"Wisata alam seperti ini sangat potensial, tapi harus didukung fasilitas yang memadai dan juga kesadaran akan kebersihan serta keselamatan," jelasnya.

Mustika juga mengajak masyarakat untuk menerapkan konsep sadar wisata, termasuk menjaga kebersihan lingkungan dan mengelola sampah secara bijak.

"Mulai dari hal sederhana seperti memilah sampah organik dan anorganik, itu sudah bagian dari menjaga keberlanjutan wisata," katanya.

Dalam kegiatan tersebut juga diberikan materi kebencanaan kepada peserta, mulai dari konsep risiko bencana, siklus manajemen bencana, hingga edukasi penyelamatan diri saat terjadi situasi darurat.

Dengan berbagai rangkaian kegiatan ini, diharapkan sinergi antara masyarakat, pemerintah dan berbagai pihak lainnya dapat terus diperkuat guna menghadapi potensi bencana di wilayah lereng Gunung Kelud.

Jangkar Kelud sendiri merupakan komunitas yang telah berdiri selama 18 tahun pasca erupsi Kelud pada tahun 2007 silam. Komunuta ini mencakup tiga wilayah, yakni Kabupaten Kediri, Blitar dan Malang yang berada di kawasan lingkar Gunung Kelud.

REPORTER : ONAIR/ERWIN

Via Jangkar Kelud Perkuat Kesiapsiagaan Bencana
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Older Posts No results found
Newer Posts

You may like these posts

Post a Comment

Gempur Rokok ILEGAL

Gempur Rokok ILEGAL
Pemerintah kota kediri

SMK PLUS 2 MEI BADAS

SMK PLUS 2 MEI BADAS
Welcome Back To School

Stay Conneted

facebook Like
twitter Follow
youtube Subscribe
vimeo Subscribe
instagram Follow
rss Subscribe
pinterest Follow

Featured Post

Siaga Hadapi Potensi Bencana, Warga Lereng Gunung Kelud Diminta Tak Lengah saat Kemarau

radioonairfm- April 19, 2026 0
Siaga Hadapi Potensi Bencana, Warga Lereng Gunung Kelud Diminta Tak Lengah saat Kemarau
RADIOONAIRFMPARE.COM ||KEDIRI - Upaya memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana di kawasan lereng Gunung Kelud terus dilakukan melalui kolaborasi l…

Most Popular

Operasi Cipta Kondisi, Polisi Tertibkan Arena Judi Sabung Ayam di Plemahan

Operasi Cipta Kondisi, Polisi Tertibkan Arena Judi Sabung Ayam di Plemahan

April 15, 2026
Usai Kejar-kejaran, Pencuri Motor di Warkop Bungah Tersungkur dan Diringkus Korban

Usai Kejar-kejaran, Pencuri Motor di Warkop Bungah Tersungkur dan Diringkus Korban

April 15, 2026
Polres Pelabuhan Tanjungperak Amankan Tersangka Kurir Sabu di Surabaya

Polres Pelabuhan Tanjungperak Amankan Tersangka Kurir Sabu di Surabaya

April 14, 2026

Recent Comments

Editor Post

Gempar Penemuan Mayat Di Kuburan Cina Dengan Pisau Tertancap Di Leher

Gempar Penemuan Mayat Di Kuburan Cina Dengan Pisau Tertancap Di Leher

July 14, 2019
Ada Terowongan Dan Sumber Mata Air Di Balik Wingitnya Kawasan Lembah Pawon Sewu Di Kediri

Ada Terowongan Dan Sumber Mata Air Di Balik Wingitnya Kawasan Lembah Pawon Sewu Di Kediri

July 15, 2019
Anak kandung Biadap Merampas kalung Ibunya untuk Foya - Foya

Anak kandung Biadap Merampas kalung Ibunya untuk Foya - Foya

July 08, 2019

Popular Post

Operasi Cipta Kondisi, Polisi Tertibkan Arena Judi Sabung Ayam di Plemahan

Operasi Cipta Kondisi, Polisi Tertibkan Arena Judi Sabung Ayam di Plemahan

April 15, 2026
Usai Kejar-kejaran, Pencuri Motor di Warkop Bungah Tersungkur dan Diringkus Korban

Usai Kejar-kejaran, Pencuri Motor di Warkop Bungah Tersungkur dan Diringkus Korban

April 15, 2026
Polres Pelabuhan Tanjungperak Amankan Tersangka Kurir Sabu di Surabaya

Polres Pelabuhan Tanjungperak Amankan Tersangka Kurir Sabu di Surabaya

April 14, 2026

Populart Categoris

  • Biro Bayuwangi1
  • Biro Keerom1
  • Jawa Timur616
  • Nasional4823
  • biro NTB2
  • biro Sidoarjo7
  • biro Jakarta89
  • biro Jatim1
  • biro Kediri kota165
Radio On Air FM Pare

About Us

Radio On Air Fm adalah Radio di Kediri Jawa Timur yang ingin mengangkat sejarah budaya dikota Kediri Khususnya Pare.

Contact us: onairfmpare@gmail.com

Follow Us

@2023 Radio On Air FM Pare - Kediri - Jawa Timur | Team IT : Mbah Yo
  • Redaksi
  • Tentang
  • Siber
  • Index
  • Kontak