Kado HUT Bhayangkara ke-80,.Polres Nganjuk Gelar Bongkar Kasus Pengeroyokan, Curanmor, hingga Jaringan Narkoba Antar Daerah

RADIOONAIRFMPARE.COM || NGANJUK - Momentum Hari Ulang Tahun (HUT) Bhayangkara ke-80 menjadi ajang pembuktian komitmen jajaran Polres Nganjuk dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas). Tepat pada peringatan hari jadi Polri tersebut, Polres Nganjuk menggelar konferensi pers besar-besaran untuk merilis hasil ungkap berbagai kasus kejahatan menonjol yang berhasil dibongkar sepanjang beberapa waktu terakhir.
Salah satu kasus yang berhasil diungkap adalah pencurian mesin diesel irigasi sawah di Desa Betet, Kecamatan Ngronggot. Polisi mengamankan dua tersangka berinisial SL (41) dan TB (39) yang diduga telah beraksi di sejumlah lokasi lain. Dari hasil pemeriksaan, keduanya mengaku telah melakukan pencurian serupa sebanyak tujuh kali dengan motif ekonomi.
Di sektor kejahatan kendaraan bermotor, Polsek Bagor berhasil mengungkap kasus curanmor yang terjadi di wilayah Bagor dan sekitarnya. Seorang tersangka berinisial SP (52), warga Kecamatan Pace, berhasil diamankan berikut barang bukti kendaraan hasil curian.
Polisi juga berhasil menangkap seorang residivis curanmor berinisial PJ (42) yang diduga melakukan aksi pencurian di sedikitnya 11 lokasi berbeda. Sasaran pelaku meliputi area pasar, sekolah, rumah sakit, pertokoan hingga kawasan kafe.
Selain itu, Satreskrim juga mengungkap kasus pengeroyokan dan perusakan yang terjadi di Kecamatan Ngetos. Sebanyak 10 tersangka berhasil diamankan setelah diduga melakukan penganiayaan serta merusak kendaraan milik korban menggunakan batu dan kayu.
Prestasi terbesar datang dari Satresnarkoba Polres Nganjuk yang berhasil membongkar jaringan peredaran narkotika dan obat keras berbahaya lintas daerah. Dalam operasi tersebut, polisi menangkap dua tersangka berinisial WS dan MY yang berasal dari Kediri dan Blitar.
Dari tangan para tersangka, petugas menyita barang bukti berupa sabu seberat 210,03 gram, pil ekstasi, serta 266.000 butir pil Double L yang siap edar. Polisi juga mengamankan sejumlah alat komunikasi, timbangan digital, kendaraan operasional, serta perlengkapan pengemasan narkotika
Dipimpin langsung Wapolres Nganjuk Kompol Didid Wahyu Agusetyawan, didampingi oleh Kasat Reskrim dan Narkoba serta Kasi Humas, konferensi pers yang dilaksanakan di halaman Mapolres ini memperlihatkan keberhasilan petugas dalam menekan angka kriminalitas jalanan hingga peredaran gelap narkotika di wilayah hukum Kabupaten Nganjuk.
Dalam rilis tersebut, Kompol Kompol Didid Wahyu Agusetyawan memaparkan perkembangan penyidikan kasus pengeroyokan maut di Kecamatan Loceret menunjukkan adanya penambahan jumlah tersangka. Hingga saat ini, polisi telah menetapkan 29 orang sebagai tersangka yang terdiri dari 11 orang dewasa dan 18 anak yang berhadapan dengan hukum.
"Apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh personel yang telah bekerja keras. Pengungkapan ini merupakan wujud nyata komitmen Polres Nganjuk dalam memberikan rasa aman, sekaligus hadiah terbaik bagi masyarakat di Hari Bhayangkara ke-80 ini," ungkap Didid di sela-sela menunjukkan barang bukti kepada awak media, Rabu (1/7/2026).
Menurut Didid, kasus tersebut bermula dari aksi saling provokasi di jalan Merapi tepatnya dibdepan SDN Sukorejo Loceret pukul 02.00 WIB yang berujung pada pengeroyokan brutal, hingga menyebabkan satu korban meninggal dunia. Polisi masih terus melakukan pendalaman untuk mengungkap kemungkinan keterlibatan pelaku lainnya.
"Dari hasil penyelidikan, rombongan korban dihadang kemudian dilempari batu hingga terjatuh. Setelah korban terjatuh, para pelaku secara bersama-sama melakukan pemukulan, penendangan, serta pelemparan batu ke arah korban," kata Didid.
Senada disampaikan Kasat Reskrim, AKP Sukaca menjelaskan dugaan motif di balik aksi pengeroyokan tersebut. Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, para pelaku mengaku tersinggung karena rombongan korban melakukan blayer-blayer kendaraan dan menyalakan kembang api saat melintas.
"Kami tidak akan memberikan ruang bagi para pelaku kejahatan di wilayah Nganjuk. Penangkapan ini merupakan hasil kerja keras anggota di lapangan serta laporan dari masyarakat yang cepat kami tindak lanjuti," tegas Sukaca
REPORTER : ONAIR/HUMAS

Post a Comment