Search
24 C
en
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Siber
Radio On Air FM Pare
ON AIR FM PARE
  • NEWS
  • DAERAH
    • Nasional
    • Jawa Timur
    • Jawa Tengah
    • Jawa Barat
    • Jakarta
  • Nasional
    • Video
  • Advertorial
  • AG 892 Streaming
  • Berita
    • Hukrim
    • Peristiwa
    • TNI
    • POLRI
    • Pemerintah
    • Pendidikan
    • Budaya
Radio On Air FM Pare
Search
Home Universitas Islam Tribakti ( UIT)Lirboyo Gelar KKN di Desa Joho, Semen, Kediri. Universitas Islam Tribakti ( UIT)Lirboyo Gelar KKN di Desa Joho, Semen, Kediri.

Universitas Islam Tribakti ( UIT)Lirboyo Gelar KKN di Desa Joho, Semen, Kediri.

radioonairfm
radioonairfm
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp

 RADIOONAIRFMPARE.COM ||Kediri - Program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Islam Tribakti (UIT) Lirboyo Kediri turut mendorong pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) di Desa Joho Kecamatan Semen, Kabupaten Kediri untuk meningkatkan kualitas dan daya saing produknya.

Pendampingan tersebut dilakukan dengan menyasar sejumlah persoalan yang masih dihadapi pelaku UMKM. Mulai dari standardisasi produk, legalitas usaha, kemasan, label, hingga pengembangan pemasaran melalui platform digital.

Kegiatan pendampingan dikemas melalui pendampingan dan seminar standarisasi produk unggulan Desa Joho Semen untuk berdaya saing Internasional yang digelar di Aula Balai Desa Joho, Sabtu (15/8/2026) sore. 

Dosen Pembimbing KKN UIT Lirboyo Kediri di Desa Joho, M. Maimun Haki Al-Arif mengatakan UMKM menjadi salah satu fokus program KKN karena memiliki potensi besar untuk dikembangkan, sekaligus menjadi penunjang sektor wisata desa.

Menurutnya, Desa Joho memiliki beragam produk unggulan yang berpotensi dipasarkan lebih luas. Karena itu, mahasiswa KKN terlebih dahulu melakukan identifikasi dan analisis kebutuhan terhadap para pelaku usaha sebelum menentukan bentuk pendampingan.

"Acara ini diadaptasi dari analisis kebutuhan para pelaku UMKM di Desa Joho. Harapannya program ini bisa sustainable atau berkelanjutan," ujar Haki.

Dia menjelaskan, peningkatan daya saing produk harus dimulai dari pemenuhan standar dan legalitas. Dengan demikian, produk yang dihasilkan pelaku UMKM tidak hanya memiliki kualitas yang baik, tetapi juga memenuhi persyaratan ketika hendak masuk ke pasar yang lebih luas.

Dalam program tersebut, mahasiswa KKN juga memberikan pendampingan pengurusan legalitas usaha. Di antaranya Nomor Induk Berusaha (NIB), izin produksi pangan industri rumah tangga (PIRT), serta sertifikat halal.

Selain legalitas, pendampingan juga menyentuh aspek label dan kemasan produk. Hal tersebut dinilai penting agar produk UMKM Desa Joho memiliki identitas yang jelas sekaligus lebih menarik ketika dipasarkan kepada konsumen.

Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis ini menyebut, terdapat sekitar 25 pelaku usaha yang menjadi sasaran pendampingan dalam kegiatan tersebut. Jumlah itu dipilih dengan mempertimbangkan keterbatasan waktu mahasiswa selama menjalankan program KKN.

"Target mahasiswa KKN adalah agar para pelaku usaha mendapat pemahaman mengenai aspek legalitas yang diperlukan serta menunjang produk yang akan dijual," jelasnya.

Pendampingan tersebut tidak berhenti pada kegiatan seminar. Mahasiswa KKN juga berencana melakukan monitoring dan evaluasi untuk melihat perkembangan usaha setelah mendapatkan materi dan pendampingan.

"Monitoring dan evaluasi nantinya berguna untuk melihat perkembangan setelah acara serta outcome jangka panjang," imbuh Maimun.

Kepala Dusun Joho Satu, Suroso, mengatakan Desa Joho memiliki banyak potensi produk yang bisa dikembangkan. Di antaranya madu murni dari lebah alam maupun ternak, durian, tas anyaman, carang mas, minuman ekstrak buah, kopi, hingga manggis.

Namun, sebagian besar produk tersebut saat ini masih mengandalkan pemasaran di tingkat lokal. Menurut Suroso, pendampingan yang dilakukan mahasiswa KKN diharapkan dapat membuka wawasan baru bagi pelaku usaha untuk memanfaatkan pemasaran digital.

"Harapan kami teman-teman KKN tidak berhenti hanya pada sosialisasi. Kalau bisa terus membantu sampai menghasilkan sesuatu yang memuaskan," kata Suroso.

Dia berharap setelah program KKN selesai, pendampingan terhadap UMKM tetap dapat dilanjutkan melalui koordinasi dengan pemerintah desa maupun pemerintah daerah. Dengan begitu, pelaku usaha tidak berjalan sendiri ketika hendak mengembangkan produknya.

Salah satu pelaku UMKM Desa Joho, Siti Masfiyah mengaku pendampingan tersebut memberikan wawasan baru bagi dirinya. Siti merupakan pelaku usaha makanan carang mas yang telah dirintis sejak masa pandemi Covid-19.

Awalnya, Siti menjual produknya secara berkeliling. Produk tersebut kemudian mulai dikenal masyarakat dan mendapat permintaan untuk berbagai keperluan, termasuk hajatan.

Dari pemasaran secara langsung tersebut, produknya kemudian berkembang melalui jaringan agen dan distributor. Saat ini, Carang Mas buatannya telah dikirim ke sejumlah wilayah di Indonesia.

Meski pasar semakin berkembang, Siti mengaku masih menghadapi sejumlah kendala. Salah satunya keterbatasan kendaraan untuk distribusi serta proses produksi yang sebagian masih dilakukan secara manual.

Persoalan lain adalah pemasaran digital. Siti mengaku belum terlalu menguasai media sosial untuk mendukung pemasaran produknya. Selama ini, ia lebih banyak mengandalkan jaringan pertemanan dan agen yang sudah dikenalnya.

"Kalau media sosial saya belum menguasai lebih lanjut. Saya masih belajar," ujarnya.

Siti mengatakan dalam tiga tahun terakhir usahanya menunjukkan perkembangan. Jika sebelumnya penjualan cenderung ramai pada momen tertentu, kini permintaan sudah berlangsung sepanjang tahun.

Saat pesanan meningkat, Siti melibatkan warga sekitar untuk membantu proses produksi. Pada masa ramai, sekitar 20 hingga 25 orang dapat dilibatkan untuk mengerjakan berbagai tahapan produksi, mulai dari memarut, menggoreng hingga pengemasan.

Ia berharap perhatian dan pendampingan terhadap pelaku UMKM dari pemerintah terus ditingkatkan. Menurutnya, pelaku usaha membutuhkan dukungan ketika masih berada dalam tahap merintis agar dapat berkembang secara berkelanjutan.

"Monggo kami dilirik ngaten, dibantu dalam hal apapun. Mangke kalau sudah berkembang, mongko diculne," harapanya. 

Sementara itu, Direktur Rumah Kurasi Kediri, Setyohadi dalam pemaparannya menekankan tiga aspek penting yang perlu diperhatikan pelaku UMKM, yakni kualitas, legalitas dan packaging atau kemasan.

Ketiganya dinilai menjadi fondasi penting agar produk UMKM mampu bersaing di pasar yang lebih luas. Selain kemasan, pelaku usaha juga didorong memanfaatkan konten video untuk memperkenalkan produknya kepada calon konsumen.

Setyohadi juga mengingatkan pentingnya perlindungan merek agar produk yang telah dikembangkan tidak mudah ditiru atau diduplikasi pihak lain. Pemanfaatan teknologi digital, termasuk kecerdasan buatan, menurutnya dapat menjadi peluang baru bagi UMKM dalam mengembangkan strategi pemasaran.

"Tiga hal ini yang harus dimiliki oleh para pelaku UMKM agar produknya bisa berdaya saing," tuturnya. 

Adapun kegiatan KKN di Desa Joho berlangsung sejak 20 Juli hingga 20 Agustus 2026. Sebanyak 22 mahasiswa terlibat dalam pelaksanaan program tersebut.

Dari pemetaan awal, mahasiswa menemukan sejumlah potensi desa, mulai dari sektor wisata, UMKM hingga kegiatan sosial keagamaan. Potensi tersebut kemudian menjadi dasar penyusunan sejumlah program selama pelaksanaan KKN.

"Kami berharap program pendampingan UMKM yang telah dilakukan dapat memberikan manfaat bagi pelaku usaha dan mendorong produk lokal Desa Joho berkembang lebih jauh," ucap Ketua KKN Kelompok 8 Desa Joho, M. Syahara Dhiya'u Ramadhan. 

Dalam seminar kemarin, beberapa narasumber yang dihadirkan yakni dari Wakil Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Kediri, M. Zaini yang juga membidangi perdagangan dan perindustrian, direktur rumah Kurasi, Setyohadi dan pelaku UMKM yang telah go Internasional di Kediri. 

Dengan pendampingan yang menyentuh legalitas, kualitas, kemasan dan pemasaran, produk unggulan Desa Joho diharapkan tidak lagi hanya dikenal di pasar lokal. Produk seperti madu, carang mas, tiwul, gatot dan hasil perkebunan memiliki peluang untuk menembus pasar yang lebih luas, bahkan hingga tingkat nasional dan internasional.

REPORTER: AG892

Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Older Posts No results found
Newer Posts

You may like these posts

Post a Comment

Stay Conneted

facebook Like
twitter Follow
youtube Subscribe
vimeo Subscribe
instagram Follow
rss Subscribe
pinterest Follow

Featured Post

Universitas Islam Tribakti ( UIT)Lirboyo Gelar KKN di Desa Joho, Semen, Kediri.

radioonairfm- August 17, 2026 0
Universitas Islam Tribakti ( UIT)Lirboyo Gelar KKN di Desa Joho, Semen, Kediri.
RADIOONAIRFMPARE.COM ||Kediri - Program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Islam Tribakti (UIT) Lirboyo Kediri turut mendorong pelaku usaha mikro, kecil d…

Most Popular

Jembatan Merah Putih Presisi Penghubung Kediri-Jombang Ditasyakuri, Warga Diminta Ikut Merawat

Jembatan Merah Putih Presisi Penghubung Kediri-Jombang Ditasyakuri, Warga Diminta Ikut Merawat

August 13, 2026
Ramaikan HUT ke-81 RI, KAI Daop 7 Madiun Hadirkan Diskon Tiket 17%

Ramaikan HUT ke-81 RI, KAI Daop 7 Madiun Hadirkan Diskon Tiket 17%

August 13, 2026
Konferensi Pers Kasus Pembunuhan, Kapolres: Diduga Pelaku Sakit Hati dengan Korban

Konferensi Pers Kasus Pembunuhan, Kapolres: Diduga Pelaku Sakit Hati dengan Korban

October 23, 2024

Recent Comments

Editor Post

Gempar Penemuan Mayat Di Kuburan Cina Dengan Pisau Tertancap Di Leher

Gempar Penemuan Mayat Di Kuburan Cina Dengan Pisau Tertancap Di Leher

July 14, 2019
Ada Terowongan Dan Sumber Mata Air Di Balik Wingitnya Kawasan Lembah Pawon Sewu Di Kediri

Ada Terowongan Dan Sumber Mata Air Di Balik Wingitnya Kawasan Lembah Pawon Sewu Di Kediri

July 15, 2019
Anak kandung Biadap Merampas kalung Ibunya untuk Foya - Foya

Anak kandung Biadap Merampas kalung Ibunya untuk Foya - Foya

July 08, 2019

Popular Post

Jembatan Merah Putih Presisi Penghubung Kediri-Jombang Ditasyakuri, Warga Diminta Ikut Merawat

Jembatan Merah Putih Presisi Penghubung Kediri-Jombang Ditasyakuri, Warga Diminta Ikut Merawat

August 13, 2026
Ramaikan HUT ke-81 RI, KAI Daop 7 Madiun Hadirkan Diskon Tiket 17%

Ramaikan HUT ke-81 RI, KAI Daop 7 Madiun Hadirkan Diskon Tiket 17%

August 13, 2026
Konferensi Pers Kasus Pembunuhan, Kapolres: Diduga Pelaku Sakit Hati dengan Korban

Konferensi Pers Kasus Pembunuhan, Kapolres: Diduga Pelaku Sakit Hati dengan Korban

October 23, 2024

Populart Categoris

  • Biro Bayuwangi1
  • Biro Keerom1
  • Jawa Timur616
  • Nasional4823
  • biro NTB2
  • biro Sidoarjo7
  • biro Jakarta89
  • biro Jatim1
  • biro Kediri kota165
Radio On Air FM Pare

About Us

Radio On Air Fm adalah Radio di Kediri Jawa Timur yang ingin mengangkat sejarah budaya dikota Kediri Khususnya Pare.

Contact us: onairfmpare@gmail.com

Follow Us

@2023 Radio On Air FM Pare - Kediri - Jawa Timur | Team IT : Mbah Yo
  • Redaksi
  • Tentang
  • Siber
  • Index
  • Kontak