Seorang Buruh Tani Asal Kunjang Ditemukan Meninggal Diarea Kebun Tebu
BERITA RADIO ON AIR FM KEDIRI
Warga Dusun Plosokerep Desa Dungus Kecamatan Kunjang Kabupaten Kediri digegerkan dengan ditemukannya mayat seorang laki laki di kebun tebu yang berada diwilayah Desa Dungus Kecamatan Kunjang Kabupaten Kediri. Kebun tebu tersebut milik Juwono (64), Minggu (23/1) sekira pukul 10.00 WIB.
Saat ditemukan saksi yang saat itu sedang mencari rumput yang di kebun tebu, posisi mayat pria tersebut tertelungkup dan sudah mengeluarkan bau. Tak jauh dari lokasi penemuan mayat korban, terdapat botol obat pertanian merk Saporo dalam keadaan kosong
Diketahui, korban bernama Sari (66) seorang buruh tani, warga Dsn Gelaran Desa Dungus Kec. Kunjang Kab. Kediri.
Saksi yang pertama kali menemukan mayat tersebut langsung melaporkan kejadian itu ke pihak kepolisian. Tak lama kemudian, sejumlah anggota Polsek Kunjang Polres Kediri dan tim inldentifikasi (Inafis) Polres Kediri tiba di lokasi kejadian untuk melakukan olah Tempat Kejadian Peristiwa (TKP) dan meminta keterangan saksi-saksi.
Kapolsek Kunjang Polres Kediri IPTU Ashanik, S.H saat dikonfirmasi mengatakan memang benar ada penemuan mayat di dalam kebun tebu. Adapun kronologi penemuannya pertamakali ditenukan oleh saksi yang bernama Sunyoto yang sedang mencari rumput didalam tanaman lahan tebu milik Juwono, kemudian mencium bau busuk selanjutnya saksi mencari sumber bau tersebut
" Saat mencari sumber bau tersebut, saksi kemudian melihat sesosok mayat dengan kondisi telungkup, melihat hal tersebut kemudian memberitahukan kepada saksi kedua yakni Nuryanto bahwa ada mayat didalam kebun tebu," terang Kapolsek Kunjang Iptu Ashanik, Minggu (23/1).
Selanjutnya penemuan mayat tersebut dilaporkan ke Kasun Plosokerep Desa Dungus dan dilanjutkan lapor ke Polsek Kunjang.
" Awalnya identitas korban belum teridentifikasi setelah adanya berita tentang temuan mayat tersebut dengan ciri-ciri menggunakan topi jeans biru, rambut putih, kaos merah kombinasi putih logo Harmas, Trening biru dan pakai Akik merah dipastikan mayat tersebut adalah Sari," jelasnya.
Lebih lanjut Iptu Ashanik menambahkan bahwa hal identitas korban dikuatkan dengan pengakuan dari anak kandung korban.
" Berdasarkan keterangan anak kandung korban, korban sebelumnya pada hari Jum'at 22 Januari 2022 sekira jam 18.00 wib berselisih dengan istrinya dan kemudian pamit kepada istrinya untuk mengairi sawah dan kemudian ditemukan dalam keadaan meninggal dunia pada hari Minggu, 23 Januari 2022 sekira jam 10.00 wib, ( Tiga hari setelah meninggalkan rumah )," lanjutnya.
Berdasarkan hasil pemeriksaan luar Tim Medis UPTD Puskesmas Kunjang dan INAFIS Polres Kediri, pada tubuh korban tidak ditemukan adanya tanda tanda kekerasan, muncul lebam mayat/tanda-tanda pembusukan serta disamping mayat ditemukan botol obat pertanian merk Saporo dalam keadaan kosong.
" Diduga korban meninggal dunia dengan cara bunuh diri dengan meminum obat pertanian," ucapnya.
Adapum barang bukti yang diamankan petugas yakni Sepasang sandal slop karet warna biru, Botol obat pertanian merk Saporo, Kaos warna merah putih , Celana Training warna biru garis merah, serta Topi jeans warna biru.
Atas kejadian tersebut keluarga dengan disaksikan Perangkat desa Dungus, pihak keluarga menerima atas peristiwa yang terjadi dengan membuat surat pernyataan selanjutnya mayat diserahkan kepada keluarga untuk disemayamkan.
Reporter : Aline

Post a Comment