Masih Belia, Aksi Sosial Tiga Srikandi Ini Patut Diacungi Jempol
RADIOONAIRFMPARE.COM||KEDIRI - Tiga pelajar perempuan asal Kabupaten Kediri bernama Bernadetha (18) siswi SMAN 1 Pare, Clarita (15) siswi SMPN 2 Pare dan Lista Ramadhani (13) siswi Madrasah di Ponpes Al Hafidz Pare patut diberikan diapresiasi. Meski masih cukup belia, tiga srikandi ini mempunyai jiwa semangat SAR (search and rescue) tinggi dan aksi sosial kemasyarakatan.
Seperti halnya yang dilakukan Mereka baru-baru ini. Ketiganya selesai mengikuti pelatihan rescue river yang dilakukan di wilayah Kabupaten Pasuruan Jawa Timur selama dua hari mulai 18-19 Mei 2024 kemarin.
Pelatihan yang berupa penyelaman dan penyelamatan dalam air ini mereka ikuti bersama relawan lain dari luar Kediri dalam rangka melatih dan mengasah kemampuan penyelamatan air.
Sebelum mengikuti pelatihan tersebut, 3 srikandi tersebut sudah sering terlibat langsung bila ada operasi SAR bersama komunitas-komunitas rescue, Basarnas dan BPBD Kabupaten Kediri. Setiap harinya selain menjadi siswi, mereka tergabung dalam relawan kemanusiaan di rumah lansia dan anak Gusdurian Pare Kediri.
"Saya suka melakukan kegiatan yang terbilang berisiko. Ada sebuah tantangan tersendiri juga bisa lebih bersahabat dengan alam dan juga nanti ilmunya bisa digunakan untuk membantu sesama," kata Bernadetha saat dikonfirmasi, Sabtu (18/5/2024).
Selain tergabung dalam relawan rumah lansia Pare, tiga srikandi tersebut juga sering menemani anak berkebutuhan khusus (ABK) di Desa Sidorejo Kecamatan Pare.
Menurut Lista Ramadhani, dengan mengikuti kegiatan pelatihan rescue river ini, juga dalam upaya peningkatan kapasitas para relawan rescue. Terutama di wilayah Kabupaten Kediri dengan bidang pemahaman penyelamatan di dalam air.
"Kami bertiga adalah satu satunya perwakilan wanita dengan usia relatif remaja semua peserta laki laki," ujar pelajar yang juga terdaftar sebagai atlet Taekwondo Kabupaten Kediri ini.
Sementara itu, dengan adanya semangat SAR pada tiga srikandi tersebut, BPBD Kabupaten Kediri sangat mendukung agar para generasi muda bisa meneruskan dan melanjutkan gerakan kemanusiaan yang sudah terbangun saat ini.
"Rencana kedepannya kami akan bersinergi, berlatih bersama," ujar Stefanus Djoko Sukrisno, Kalaksa BPBD Kabupaten Kediri.
Terpisah, Koordinator relawan Gusdurian Pare, Antok Renata menjelaskan dalam komunitas rescue khususnya di wilayah Kediri raya yang mulai bermunculan potensi relawan muda yang terlibat di dalam kegiatan kebencanaan.
Pihaknya bersama berbagai komunitas relawan serta lembaga dari perwakilan Vertical Rescue (VRI) regional Kediri, Wana Rescue, Gusdurian Peduli lereng Kelud, Basarda, Trabas Rescue, SAR Kelud dan BPBD Kabupaten Kediri mendirikan wadah yang diberi nama ARC (Alpa Rescue Comunity) Indonesia, dengan ketua Wemphy Christyanto.
Wadah tersebut ditujukan untuk mengapresiasi dan memberikan ruang generasi muda dalam proses pembelajaran dalam peningkatan kapasitas dan karakter yang berbudaya nusantara dengan tujuan berkelanjutan bagi relawan muda.
"Latar belakang ARC Indonesia adalah berbagai organisasi yang menjadi satu dari 8 komunitas di lembaga rescue yang ada di Kediri raya," ungkap Antok.





Post a Comment