Diduga Gelapkan 16 Unit Motor, Warga Gadungan Dilaporkan Ke Polisi
RADIOONAIRFMPARE.COM ||KEDIRI – Kasus dugaan penggelapan belasan unit sepeda motor mengguncang warga Desa Payaman, Kecamatan Plemahan, Kabupaten Kediri. Reno Dwi Trimulyono, salah satu penyedia jasa sewa motor, harus menelan pil pahit setelah 16 unit motor miliknya raib digadaikan oleh penyewa yang selama ini ia percayai.
Hingga kini, kasus tersebut telah dilaporkan ke pihak kepolisian, namun korban merasa penanganan perkara cenderung berjalan di tempat.
Kronologi Terbongkarnya Aksi Pelaku
Peristiwa ini bermula dari kerja sama sewa-menyewa yang awalnya berjalan normal selama hampir satu tahun. Namun, kedok pelaku berinisial SN, warga Dusun Wonoasri, Desa Darungan, Kecamatan Pare, akhirnya terbongkar pada 12 Januari 2026.
Reno mengungkapkan bahwa dirinya terkejut saat hendak mengambil uang sewa rutin. Alih-alih mendapatkan pembayaran, ia justru menerima pengakuan mengejutkan dari SN bahwa seluruh motor yang disewanya telah dipindahtangankan.
"Waktu kita mau ke situ mengambil uang sewa, si S yang saya percayai itu akhirnya mengaku kalau semua motor saya sudah digadaikan," ujar Reno saat diwawancarai.
Modus Operandi: Bertahap Hingga 16 Unit
Banyak pihak mempertanyakan bagaimana 16 unit motor bisa raib sekaligus. Reno menjelaskan bahwa jumlah tersebut tidak hilang dalam satu hari, melainkan bertahap selama masa sewa yang panjang.
Proses Pengambilan: Pelaku menyewa secara bertahap (2 hingga 3 unit dalam beberapa hari) hingga terkumpul 16 unit.
Nilai Sewa: Tarif bervariasi tergantung jenis kendaraan, mulai dari Rp20.000 hingga Rp40.000 per hari.
Janji Palsu: Pelaku sempat menjanjikan setoran tetap sebesar Rp3,5 juta per minggu, namun sejak bulan April ini, komitmen tersebut nihil.
Penanganan Polisi Dinilai Lambat
Reno mengaku sudah melaporkan kejadian ini ke Polres setempat tanggal 12 Januari 2026. Meski pihak terlapor sudah mendapatkan panggilan dari penyidik, hingga kini belum ada tindakan tegas atau titik terang mengenai keberadaan motor-motor tersebut.
"Sudah ada panggilan, tapi sampai sekarang ceritanya cuma janji suruh sabar terus. Sudah hampir tiga bulan belum ada titik terangnya," keluh Reno dengan nada kecewa.
Harapan Korban: Kekeluargaan atau Jalur Hukum Tegas
Meski merasa dirugikan secara materiil dalam jumlah besar, Reno masih membuka pintu perdamaian. Ia berharap uang atau aset motornya bisa segera kembali. Namun, jika dalam waktu dekat tidak ada itikad baik, ia mendesak pihak kepolisian untuk memproses kasus ini sesuai hukum yang berlaku.
"Harapan saya kita selesaikan secara kekeluargaan, uang atau motor saya kembali. Kalau memang tidak bisa, ya terpaksa kita lanjut lewat jalur hukum yang lebih tegas," pungkasnya.
REPORTER : ONAIR/ERWIN


Post a Comment