Harga Telur Ayam Jelang Idul Adha 2026 di Kediri Naik, Peternak Ngaku Penjualan Lesu
RADIOONAIRFMPARE.COM, KEDIRI - Harga telur ayam di Kabupaten Kediri mulai mengalami kenaikan menjelang Hari Raya Idul Adha 2026.
Meski demikian, para peternak mengaku kondisi penjualan masih lesu dan permintaan pasar belum sepenuhnya pulih.
Salah satu peternak ayam petelur asal Desa Kasreman Kecamatan Kandangan Kabupaten Kediri Mulyani, mengatakan harga telur dalam dua hari terakhir mulai berangsur naik setelah sebelumnya sempat anjlok cukup tajam.
"Sekarang ini alhamdulillah harga telur dua hari ini agak naik. Kemarin hanya rp 20.800, sekarang sudah naik jadi rp 22.300," jelasnya Saat ditemui di lokasi, Senin (25/5/2026).
Peternak yang sudah menekuni usaha ternak ayam petelur sejak tahun 1980 itu mengaku penurunan harga beberapa waktu lalu cukup memberatkan peternak.
Menurutnya, harga telur sebelumnya sempat berada di kisaran rp 26 ribu per kilogram sebelum akhirnya turun drastis hingga menyentuh angka rp 20 ribuan.
"Turunnya cukup drastis sampai titik lemah rp 20 ribu sekian," katanya.
Meski harga sempat terpuruk, Mulyani mengaku para peternak tetap berusaha bertahan agar usaha peternakan tidak sampai berhenti beroperasi.
Dia berharap pemerintah dapat membantu kestabilan harga telur, terutama dengan menyalurkan stok jagung untuk kebutuhan pakan ternak.
Yang jadi kendala itu jagung. Harapan kami pemerintah bisa mengeluarkan stok jagung yang ada," harapnya.
Menurut Mulyani, hingga saat ini belum ada bantuan pasokan jagung dari pemerintah untuk membantu para peternak ayam petelur.
Padahal biaya pakan menjadi salah satu pengeluaran terbesar dalam usaha peternakan ayam.
"Untuk sementara ini belum ada pasokan dari pemerintah. Harapan kami terutama bantuan jagung untuk makan ternak," ungkapnya.
Saat ini, Mulyani memiliki populasi ayam petelur sekitar 50 ribu ekor dengan produksi telur mencapai sekitar 1,7 ton per hari.
Namun ia mengaku hasil produksi yang melimpah tidak sebanding dengan kondisi pasar yang sedang lesu.
"Sekarang telur di gudang sampai numpuk puluhan ton karena permintaan menurun," katanya.
Mulyani menyebut para agen yang biasanya rutin mengambil telur kini mengurangi jumlah pembelian karena daya beli masyarakat juga mengalami penurunan.
Agen tersebut berasa dari wilayah Surabaya hingga Jawa Tengah.
Akibatnya, stok telur di gudang peternak semakin menumpuk dan distribusi berjalan lambat.
"Pengambilan dari agen berkurang banyak, jadi kita hanya bisa bertahan dengan stok di gudang," jelasnya.
Mulyani berharap pemerintah dapat memberikan perhatian lebih terhadap stabilitas harga telur, termasuk salah satunya melalui program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Menurutnya, program tersebut seharusnya bisa menjadi salah satu solusi untuk menyerap hasil produksi telur peternak lokal.
"Harus diperhatikan. Kami berharap telur juga bisa lebih banyak terserap," bebernya
Sementara itu, menjelang Hari Raya Idul Adha 2026, sejumlah harga bahan pokok di pasar tradisional Kediri mulai mengalami kenaikan, termasuk harga telur ayam.
Seorang pedagang telur dan sembako Trisnawati (60), mengatakan harga telur yang sebelumnya dijual rp 24 ribu per kilogram kini naik menjadi rp 26 ribu per kilogram.
Kalau mendekati hari raya biasanya memang naik, nanti setelah itu turun lagi," ucapnya.
Meski harga telur naik, sejumlah kebutuhan pokok lain seperti minyak goreng dan bawang masih terpantau relatif stabil.
"Minyak masih tetap. Saya pikir naik rp 300 sampai rp 700 masih normal," ujarnya.
Dia juga menyebut suasana pasar menjelang Idul Adha tahun ini masih belum terlalu ramai dibanding tahun-tahun sebelumnya.
"Belum ramai seperti biasanya, masih normal," pungkasnya.
REPORTER : ONAIR/Kallo


Post a Comment