Job Fair Kediri Sediakan 1.920 Lowongan, Pemkab Soroti Pentingnya Kesesuaian Kompetensi Lulusan

RADIOONAIRFMPARE.COM ||KEDIRI — Pemerintah Kabupaten Kediri menggelar Job Fair 2026 di Convention Hall Simpang Lima Gumul (SLG), Rabu (6/5/2026), dengan menyediakan 1.920 lowongan pekerjaan dari 42 perusahaan di wilayah Jawa Timur.
Kegiatan ini diharapkan menjadi jembatan antara pencari kerja dan dunia usaha, sekaligus menjawab tantangan ketenagakerjaan yang masih dihadapi daerah.
Asisten Administrasi Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kabupaten Kediri, Sonny Laksono Mahesa, mengatakan penyelenggaraan job fair merupakan bentuk komitmen pemerintah daerah dalam membuka akses informasi kerja bagi masyarakat.
Menurut dia, upaya menekan angka pengangguran membutuhkan kolaborasi yang lebih luas, tidak hanya melibatkan pemerintah dan perusahaan, tetapi juga dunia pendidikan, masyarakat, serta media.
"Ini merupakan momentum yang baik untuk memperkuat sinergi bersama. Persoalan ketenagakerjaan tidak bisa diselesaikan oleh satu pihak saja, tetapi memerlukan kolaborasi semua unsur agar pembangunan sumber daya manusia berjalan optimal," ujar Sonny.
Ia menilai, tantangan utama ketenagakerjaan saat ini terletak pada kesesuaian antara kompetensi lulusan dengan kebutuhan industri.
Karena itu, pemerintah daerah tengah menyusun pemetaan kebutuhan tenaga kerja dari sektor industri dan perdagangan yang nantinya akan disinkronkan dengan lembaga pendidikan, khususnya sekolah menengah kejuruan dan perguruan tinggi vokasi.
"Keberhasilan pendidikan tidak hanya diukur dari seberapa banyak lulusan yang terserap di dunia kerja, tetapi juga sejauh mana mereka bekerja sesuai bidang kompetensinya," katanya.
Selain mendorong penyerapan tenaga kerja, Pemkab Kediri juga ingin menumbuhkan semangat kewirausahaan di kalangan generasi muda.
Sonny berharap masyarakat tidak hanya berorientasi menjadi pencari kerja, tetapi juga mampu menciptakan peluang usaha yang dapat membuka lapangan pekerjaan baru.
Sementara itu, Kepala Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Kediri, Ibnu Imad, menyebut job fair tahun ini digelar secara hybrid melalui aplikasi E-Kerjo agar akses informasi lowongan dapat menjangkau lebih banyak masyarakat.
Lowongan yang tersedia terbuka bagi berbagai jenjang pendidikan, mulai lulusan sekolah dasar hingga diploma.
"Tujuan utama kegiatan ini adalah memfasilitasi pertemuan antara perusahaan dengan masyarakat yang membutuhkan pekerjaan, sekaligus memberikan informasi yang lebih mudah diakses," ujar Kadisnaker.
Di tengah terbukanya peluang tersebut, tantangan mencari pekerjaan masih dirasakan sebagian pencari kerja.
Moh Ilham Satrio (19), warga Kecamatan Kras, Kabupaten Kediri, mengaku datang ke job fair dengan harapan memperoleh kesempatan kerja setelah beberapa kali belum berhasil mendapatkan pekerjaan.
Lulusan baru itu sebelumnya sempat bekerja di tempat cuci mobil, namun memutuskan berhenti untuk fokus menyelesaikan ujian sekolah.
Setelah lulus, ia berupaya kembali bekerja, tetapi posisi yang diharapkannya sudah terisi.
"Saya ikut job fair ini karena ingin mencoba peluang lain. Saat ini memang cukup sulit mencari pekerjaan, jadi saya berharap ada kesempatan yang cocok," kata Ilham.
Penyelenggaraan job fair ini menjadi salah satu langkah konkret pemerintah daerah dalam mendekatkan akses kerja kepada masyarakat, sekaligus memperkuat keterhubungan antara dunia pendidikan, dunia usaha, dan kebutuhan tenaga kerja di Kabupaten Kediri.
REPORTER : ONAIR/ERWIN

Post a Comment