Ruwat Agung Soekarno Digelar di Kediri, Kenang Transformasi Koesno Menjadi Soekarno

RADIOONAIRFMPARE.COM ||KEDIRI – Situs Persada Soekarno Ndalem Pojok, Kabupaten Kediri, menggelar Ruwat Agung Soekarno, Minggu (14/6/2026).
Kegiatan tersebut menjadi bentuk syukur atas peristiwa pergantian nama Koesno menjadi Soekarno yang diyakini sebagai titik penting dalam perjalanan hidup Presiden pertama Republik Indonesia itu.
Ketua Harian Situs Persada Soekarno Kediri, Kushartono, mengatakan, peringatan tersebut bukan sekadar mengenang perubahan nama Bung Karno, melainkan memaknai transformasi jati diri yang kemudian memberi dampak besar bagi bangsa Indonesia.
"Kita tahu semua bangsa Indonesia mengenal Soekarno sebagai proklamator kemerdekaan. Namun belum banyak yang mengetahui bahwa beliau lahir dengan nama Koesno, lalu namanya diganti menjadi Soekarno di tempat ini, di Bumi Kediri," kata Kus.
Menurutnya, pergantian nama tersebut bukan hanya perubahan administrasi atau penyebutan semata. Peristiwa itu dianggap sebagai simbol perubahan karakter dan jati diri yang kemudian membentuk sosok Soekarno sebagai tokoh besar bangsa.
Ia menuturkan, dalam tradisi yang berkembang di masyarakat, pergantian nama dilakukan karena Koesno kecil sering mengalami sakit-sakitan.
Saat prosesi pergantian nama itu, seorang sesepuh disebut menyampaikan pesan bahwa anak tersebut kelak akan menjadi "kembang jagad" atau sosok yang dikenal luas oleh dunia.
"Perubahan nama Koesno menjadi Soekarno merupakan simbol transformasi dari kelemahan menuju kekuatan. Faktanya kemudian berbicara, Soekarno menjadi salah satu putra bangsa Indonesia yang paling dikenal di dunia," ujarnya.
Kushartono menjelaskan, Ruwat Agung Soekarno tidak hanya menjadi momentum mengenang sejarah, tetapi juga ungkapan rasa syukur atas lahirnya sosok pemimpin bangsa yang berperan besar dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia.
Rangkaian kegiatan diawali dengan doa lintas agama, ritual ruwatan budaya, peresmian papan nama sejarah yang menandai lokasi pergantian nama Koesno menjadi Soekarno, hingga peresmian patung Soekarno kecil sebagai simbol lahirnya jiwa baru sang Proklamator.
Selain itu, kegiatan juga melibatkan para pelajar yang sebelumnya mengikuti pelatihan Jati Diri Bangsa.
Menurut Kushartono, generasi muda perlu memahami nilai-nilai kebangsaan dan keteladanan Bung Karno untuk menghadapi tantangan masa depan.
Ia menilai masih banyak generasi muda yang mengalami krisis kepercayaan diri maupun pemahaman kebangsaan. Karena itu, semangat transformasi Koesno menjadi Soekarno diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi mereka.
"Mungkin hari ini masih banyak 'Koesno-Koesno' yang mentalnya rapuh. Bagaimana mereka bisa berubah menjadi Soekarno yang tangguh dan memiliki jiwa kebangsaan yang kuat. Itu yang ingin kita bangun," katanya.
Melalui kegiatan tersebut, pihaknya berharap lahir generasi-generasi baru yang memiliki karakter kepemimpinan, nasionalisme, dan semangat perdamaian sebagaimana dicita-citakan Bung Karno.
"Untuk menyongsong Indonesia Emas 2045 harus lahir Soekarno-Soekarno baru yang mampu membawa Indonesia menjadi mercusuar perdamaian dunia," pungkasnya.
REPORTER : ONAIR/AR

Post a Comment