Kini Cukup Lewat Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) dan Kades, Petani di Kediri Tak Perlu ke Kantor Dinas untuk Urus Solar Subsidi

RADIOONAIRFMPARE.COM || KEDIRI - Kabar gembira datang bagi kalangan sektor hulu pertanian di wilayah Kabupaten Kediri, Jawa Timur.
Memasuki fase transisi cuaca menjelang musim kemarau, para petani kini tidak perlu lagi direpotkan oleh rantai birokrasi yang panjang dan melelahkan hanya untuk mengurus dokumen pembelian bahan bakar minyak (BBM) jenis solar bersubsidi untuk keperluan alat dan mesin pertanian (alsintan).
Dinas Pertanian Kabupaten Kediri resmi meluncurkan mekanisme terobosan baru.
Sistem pengajuan barcode solar subsidi kini dapat difasilitasi dan diselesaikan langsung di tingkat desa melalui pendampingan Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) serta perangkat pemerintah desa setempat.
Langkah ini sengaja diambil guna menjamin ketersediaan bahan bakar untuk alsintan krusial, terutama mesin pompa air diesel pengangkut debit air tanah yang intensitas penggunaannya dipastikan melonjak tajam sepanjang kemarau bergulir.
Plt Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Kediri, Sukadi, menjelaskan bahwa langkah mitigasi dampak kekeringan telah dipersiapkan secara matang dari hulu ke hilir, termasuk memastikan kesiapan fisik unit mesin pompa air di ratusan titik lahan produksi.
"Kami sudah memitigasi risiko terkait potensi kekeringan ini. Langkah awal, kami telah melakukan pengecekan menyeluruh terhadap bantuan-bantuan pompa air di beberapa ratus titik, dan alhamdulillah statusnya semua sudah siap beroperasi (ready)," ungkap Sukadi usai mendampingi agenda penyerahan bantuan benih jagung bagi kelompok tani di Desa Nambaan, Kecamatan Ngasem, beberapa waktu lalu.
Mekanisme Pengajuan Satu Hari Selesai (One-Day Service)
Sukadi membeberkan, skema pelayanan terbaru ini memangkas kewajiban regulasi lama di mana petani diharuskan datang secara fisik ke kantor dinas kelautan atau pertanian kabupaten untuk menerbitkan lembar rekomendasi.
Melalui sistem yang baru, para petani cukup menemui petugas PPL di wilayah administrasi masing-masing atau melapor ke pihak kepala desa dengan menunjukkan validasi bahwa mereka adalah petani aktif yang membutuhkan solar untuk kebutuhan operasional alsintan seperti hand tractor, traktor roda empat, maupun mesin diesel pengairan.
"Nanti petugas PPL yang akan membantu meneruskan data permohonan tersebut ke pihak dinas untuk divalidasi. Surat rekomendasi resmi (rekom) akan langsung kami buatkan hari itu juga. Pada hari yang sama, berkas digital dikirim kembali ke PPL untuk dicetak langsung dan diserahkan ke petani. Jadi prosesnya sangat cepat dan ringkas," terang Sukadi secara mendalam
Setelah barcode resmi berbasis data tersebut tercetak, petani memiliki akses legal penuh untuk membeli pasokan solar subsidi di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) terdekat sesuai dengan kuota regulasi yang ditetapkan.
Pembangunan 380 Sumur Submersible Terbesar dalam Sejarah
Di samping mempermudah akses energi operasional, Pemerintah Kabupaten Kediri di bawah kepemimpinan Bupati Hanindhito Himawan Pramana juga mengucurkan proyek infrastruktur pengairan skala besar.
Dinas Pertanian tengah mempersiapkan konstruksi massal sekitar 380 titik sumur submersible yang pendanaannya ditopang lewat kolaborasi anggaran APBN serta APBD Kabupaten Kediri.
Proyek sumur bor dalam ini diklaim menjadi proyek pembangunan fasilitas pengairan pertanian terbesar sepanjang sejarah berdirinya Kabupaten Kediri, yang peruntukan pemanfaatannya diprioritaskan bagi kelompok-kelompok tani (poktan) di zona rawan kering.
REPORTER : ONAIR/AR

Post a Comment