Seorang Pria Asal Kecamatan Badas Ditemukan Meninggal di Rumah Mertua Gedangsewu Pare

RADIOONAIRFMPARE.COM || KEDIRI – Seorang pria berinisial DBH (28), warga Kecamatan Badas, Kabupaten Kediri, ditemukan meninggal dunia di rumah mertuanya yang berada di Dusun Duluran, Desa Gedangsewu, Kecamatan Pare, Kabupaten Kediri, pada Minggu, 5 Juli 2026 sekitar pukul 15.30 WIB.
Kapolsek pare AKP Wendi Sulistiono menuturkan peristiwa tersebut pertama kali diketahui oleh istri korban yang baru pulang ke rumah. Saat tiba di lokasi, ia mendapati korban sudah tidak bernyawa di area balkon lantai dua bagian belakang rumah.
Dalam kondisi panik, istri korban kemudian meminta pertolongan kepada keluarga dan warga sekitar. Mendapat laporan tersebut, perangkat Desa Gedangsewu segera menghubungi Polsek Pare.
Petugas kepolisian bersama tim medis dari Puskesmas Sidorejo dan Tim Inafis Polres Kediri langsung mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) serta pemeriksaan terhadap jenazah.
"Dari hasil pemeriksaan luar, petugas tidak menemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban," kata AKP Wendi.
Dari hasil pemeriksaan awal, petugas tidak menemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Barang bukti yang diamankan dari lokasi berupa seutas tali berwarna biru dan sebuah pisau dapur yang digunakan keluarga saat berupaya memberikan pertolongan.
Berdasarkan keterangan sejumlah saksi, sebelum kejadian korban sempat berpamitan kepada keluarga mertuanya dengan alasan hendak pergi ke Malang.
Beberapa waktu kemudian, istri korban yang baru tiba di rumah menemukan suaminya telah meninggal dunia dan segera menghubungi keluarga.
"Saat ditemukan oleh saksi korban sudah meninggal dunia," tutur Kapolsek.
Hasil pemeriksaan saksi juga mengungkap bahwa rumah tangga korban dan istrinya belakangan mengalami persoalan, terutama terkait kondisi ekonomi keluarga.
Korban disebut memiliki utang yang cukup besar, sementara hubungan keduanya dikabarkan kerap diwarnai perselisihan. Beberapa hari sebelum kejadian, kedua belah pihak keluarga juga sempat melakukan pertemuan untuk membahas persoalan tersebut.
"Korban ini diduga mengalami depresi," ucap AKP Wendi.
Selain itu, mertua korban menerangkan bahwa korban bekerja di sebuah koperasi dan biasanya pulang ke rumah setiap akhir pekan. Pada hari kejadian, tidak ada hal mencurigakan yang terlihat sebelum korban berpamitan kepada keluarga.
"Korban bekerja di salah satu koperasi," jelasnya.
Tim medis bersama Inafis Polres Kediri menyatakan tidak menemukan indikasi tindak pidana berdasarkan hasil pemeriksaan luar terhadap jenazah. Dugaan sementara, korban mengalami tekanan psikologis sebelum meninggal dunia.
Meski demikian, penyebab pasti kematian tetap menjadi bagian dari hasil penyelidikan sesuai prosedur kepolisian.
Pihak keluarga menerima peristiwa tersebut sebagai musibah dan menyatakan menolak dilakukan autopsi.
"Pihak keluarga menolak dan membuat surat pernyataan jika korban tidak dilakukan penanganan autopsi," ungkap AKP Wendi.

Post a Comment