Sosok Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana yang Tegas Tolak Wacana Pilkada Tak Langsung

RADIOONAIRFMPARE.COM | KEDIRI - Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana menegaskan sikap politiknya menolak wacana pemilihan kepala daerah secara tidak langsung melalui DPRD.
Sikap tersebut disampaikan Mas Dhito usai mengikuti Rapat Kerja Nasional PDI Perjuangan yang bertepatan dengan peringatan HUT ke-53 partai di Jakarta, Sabtu (10/1/2026).
Mas Dhito menilai pemilihan langsung oleh rakyat merupakan fondasi utama demokrasi.
Menurutnya, kepala daerah adalah pemimpin yang paling dekat dengan persoalan masyarakat, sehingga rakyat harus diberi hak penuh untuk menentukan pilihannya.
“Kalau pemimpin yang bersentuhan langsung dengan masyarakat tidak dipilih oleh rakyat, itu mencederai cita-cita reformasi,” tegasnya.
Sikap tersebut sejalan dengan garis politik PDI Perjuangan yang menolak pilkada tak langsung. Mas Dhito juga mengutip pesan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri agar kader partai selalu berdiri bersama rakyat.
Lantas siapakah sosok Mas Dhito?
Mas Dhito adalah Bupati Kediri dengan dua periode.
Memasuki periode kedua kepemimpinan 2025–2030 bersama Wakil Bupati Dewi Mariya Ulfa, Mas Dhito punya segudang pengalaman saat jabat.
Salah satunya adalah saat krisis Covid-19. Pengalaman krisis itu sebagai bekal. Ia fokus menuntaskan proyek-proyek yang telah dirintis: jalur Selingkar Wilis, konektivitas Bandara Dhoho Kediri, revitalisasi pasar, hingga penguatan layanan publik.
Sebagai putra Pramono Anung, Mas Dhito tak menampik peran sang ayah sebagai mentor politik.
Namun ia menegaskan setiap keputusan yang diambilnya lahir dari pertimbangan sendiri, di lapangan, bersama masyarakat.
“Mentor iya, tapi keputusan tetap saya ambil sendiri,” katanya.
Di internal partai, Mas Dhito juga memikul amanah baru sebagai Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Kediri periode 2025–2030.
Ia mengajak kader kembali ke akar, membuka ruang partai selebar mungkin untuk masyarakat.
REPORTER : ONAIR

Post a Comment