Paska Ledakan Di Plumpung Kandangan Polda Jatim Lakukan Sterilisasi di Lokasi, Yang Diduga Petasan

RADIOONAIRFMPARE.COM || KEDIRI - Guna memastikan kondisi lokasi aman, Tim Penjinak Bom (Jibom) dari Gegana Brimob dan tim Labfor Polda Jatim turut dikerahkan untuk melakukan proses sterilisasi di tempat kejadian perkara (TKP), paska kejadian ledakan diduga petasan di Dusun Plumpungrejo, Desa Karangtengah, Kecamatan Kandangan, Kabupaten Kediri.
Langkah ini dilakukan untuk memastikan tidak ada sisa bahan peledak yang masih berpotensi membahayakan warga sekitar.
Sementara, si lokasi pihak kepolisian juga memasang garis polisi di area sekitar lokasi ledakan dengan perimeter yang cukup luas guna mencegah adanya kemungkinan ledakan susulan. Sejumlah personel berseragam turut disiagakan untuk menjaga keamanan di sekitar TKP.
Kasat Reskrim Polres Kediri AKP Joshua Peter Krisnawan menjelaskan bahwa proses penyelidikan akan dilakukan secara menyeluruh dengan mengedepankan metode scientific crime investigation.
Untuk itu, pihaknya juga melibatkan tim Laboratorium Forensik (Labfor) Polda Jawa Timur guna melakukan analisis forensik terhadap sisa-sisa material di lokasi kejadian.
“Dalam proses penegakan hukum ini, kami mengedepankan pembuktian secara ilmiah. Oleh karena itu kami membutuhkan analisis forensik untuk mengetahui secara pasti penyebab ledakan tersebut,” jelasnya, pada Senin 16 Maret 2026.
Dari hasil pemeriksaan sementara, diketahui bahwa ledakan menyebabkan kerusakan pada bagian atap dan tembok rumah milik korban. Namun kerusakan tersebut masih terbatas pada satu rumah yang berada paling dekat dengan sumber ledakan.
Polisi juga tengah memeriksa sejumlah saksi di sekitar lokasi kejadian. Hasil pemeriksaan saksi, temuan di lapangan, serta analisis forensik nantinya akan dibahas dalam gelar perkara untuk menentukan pihak yang bertanggung jawab atas insiden tersebut.
"Yang pasti kita lakukan gelar perkara dan kita dalami lebih lanjut," tutur Kasat Reskrim
Selain mengungkap kasus ledakan di Kandangan, Polres Kediri juga menyampaikan hasil pelaksanaan Operasi Pekat Semeru 2026 yang melibatkan Satreskrim, Satnarkoba, Sat Samapta, serta jajaran polsek.
Dalam operasi tersebut, polisi berhasil mengungkap ratusan kasus dengan berbagai modus operandi dan mengamankan ratusan tersangka.
Salah satu pengungkapan yang menjadi perhatian adalah kasus terkait bahan peledak atau petasan yang dinilai berpotensi membahayakan masyarakat, terutama menjelang bulan Ramadan dan perayaan Idul Fitri.
Menurut AKP Joshua, pihaknya mencatat sedikitnya tiga kasus terkait bahan peledak berhasil diungkap selama operasi tersebut.
Dua kasus di antaranya merupakan target operasi, sedangkan satu kasus lainnya merupakan non-target operasi. Dalam beberapa kasus, pelaku bahkan diketahui masih berstatus anak di bawah umur.
AKP Joshua menegaskan bahwa pihaknya tidak akan main-main dalam menangani kasus penyalahgunaan bahan peledak.
“Satreskrim Polres Kediri tidak akan pernah main-main dalam menangani penyalahgunaan bahan peledak atau petasan. Ini memiliki konsekuensi hukum yang serius,” tegasnya.
Ia menambahkan bahwa penyalahgunaan bahan peledak dapat dijerat dengan ketentuan dalam Pasal 306 KUHP baru dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara.
Kasat Reskrim juga mengimbau masyarakat untuk tidak membuat, menjual, maupun menggunakan bahan peledak secara ilegal.
Peran serta masyarakat dinilai sangat penting untuk mencegah terjadinya peristiwa serupa yang dapat menimbulkan kerugian material maupun korban jiwa.
“Kami berharap kejadian seperti ini tidak terulang kembali. Diperlukan kerja sama dari seluruh lapisan masyarakat untuk mengawasi dan mencegah penyalahgunaan bahan peledak,” ungkap AKP Joshua.
Sementara itu, warga Dusun Plumpungrejo, Desa Karangtengah, Kecamatan Kandangan, Kabupaten Kediri digegerkan oleh dua kali ledakan keras yang terjadi pada Minggu malam, 15 Maret 2026, sekitar pukul 22.30 WIB. Ledakan tersebut diduga berasal dari petasan atau mercon yang disimpan di salah satu rumah warga.
Peristiwa itu terjadi di rumah milik Moh Yasin Nawawi (59). Suara ledakan yang cukup keras sempat membuat warga sekitar panik dan keluar rumah untuk mencari tahu sumber suara tersebut. Kemudian pihak Satreskrim Polres Kediri mengamankan dua orang terduga pelaku
REPORTER : ONAIR/ ERWIN

Post a Comment