Pria Asal Wates Ditemukan Meninggal di Perkebunan Ketami, Polisi : Tak Ada Unsur Kekerasan

RADIOONAIRFMPARE.COM//KEDIRI – Seorang lansia berumur 60 tahun ditemukan meninggal dunia secara mendadak di area perkebunan Lingkungan Dander, Kelurahan Ketami, Kecamatan Pesantren, Kota Kediri, pada Kamis (25/6/2026) sore sekitar pukul 16.00 WIB.
Korban diketahui bernama Supardi, atau yang akrab disapa Moli, warga Desa Janti, Kecamatan Wates, Kabupaten Kediri.
Kapolres Kediri Kota melalui Kapolsek Pesantren, Kompol Siswandi, membenarkan adanya peristiwa tersebut. Ia menjelaskan bahwa penemuan jasad korban bermula dari kecurigaan seorang buruh tani setempat yang melihat sebuah sepeda motor tak bertuan terparkir di sekitar area kebun.
"Saksi bernama Ruwanto (73) saat itu baru pulang bekerja dan melihat ada sepeda motor tanpa pemilik di dekat kebun. Karena curiga, saksi mengajak tetangga sekitar untuk mengecek bersama-sama ke dalam area kebun," ujar Kompol Siswandi saat dikonfirmasi, Kamis malam.
Saat dilakukan penyisiran, warga terkejut menemukan korban sudah dalam posisi tergeletak di atas rerumputan.
Peristiwa tersebut kemudian langsung dilaporkan kepada Bhabinkamtibmas Kelurahan Pesantren, Aiptu Siswanto, serta seorang bidan setempat untuk dilakukan pemeriksaan awal.
Setelah dipastikan meninggal dunia, pihak Polsek Pesantren bersama Unit Identifikasi (Inafis) Satreskrim Polres Kediri Kota segera meluncur ke lokasi untuk mengamankan Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan melakukan olah data.
Berdasarkan hasil penyelidikan dan pemeriksaan tim Inafis, polisi memastikan tidak ada unsur kekerasan pada tubuh korban. Kematian korban dinyatakan murni karena faktor kesehatan.
"Dari hasil pemeriksaan luar oleh tim medis dan Inafis Polres Kediri Kota, disimpulkan bahwa kematian korban wajar. Tidak ditemukan adanya tanda-tanda penganiayaan, baik akibat benda tumpul maupun benda tajam," jelas Kapolsek Pesantren.
Kompol Siswandi menambahkan, pihak keluarga juga mengonfirmasi bahwa korban memang memiliki riwayat penyakit berat sebelum bepergian.
"Keterangan dari anak kandung korban menyebutkan bahwa yang bersangkutan memiliki riwayat penyakit stroke, di mana tangan kirinya sudah sulit untuk digerakkan," imbuhnya.
Pihak keluarga korban menyatakan telah mengikhlaskan kejadian ini sebagai musibah. Mereka memohon kepada pihak kepolisian untuk tidak melakukan pencarian fakta lebih dalam melalui otopsi dalam (bedah mayat) dan berkomitmen tidak akan melakukan penuntutan di kemudian hari.
Komitmen tersebut juga telah dituangkan secara resmi dalam surat pernyataan bermeterai.
REPORTER : ONAIR/AR

Post a Comment