Banyak Pilihan Sekolah, Hanya Ada Dua Siswa Baru di SDN Tertek 1 Pare Kabupaten Kediri
RADIOONAIRFMPARE.COM || KEDIRI – Tahun ajaran baru 2026/2027 menjadi catatan tersendiri bagi SDN Tertek 1 Pare, Kabupaten Kediri.
Untuk pertama kalinya sejak sekolah itu berdiri, hanya dua siswa yang mendaftar sebagai peserta didik baru kelas 1.
Meski hanya menerima satu siswa laki-laki dan satu siswa perempuan, aktivitas belajar mengajar tetap berjalan normal.
Pihak sekolah memastikan minimnya jumlah murid tidak mengurangi kualitas layanan pendidikan.
Dua Siswa Ikuti MPLS
Pantauan Onair AG892 di SDN Tertek 1 Pare, Selasa (14/7/2026), kedua siswa baru itu mengikuti rangkaian Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) dengan antusias.
Mereka tampak serius menyimak materi yang disampaikan guru sambil mulai beradaptasi dengan lingkungan sekolah barunya.
Karena jumlah peserta didik baru sangat sedikit, ruang belajar kelas 1 digabung dengan kelas 2.
Namun suasana pembelajaran tetap berlangsung kondusif.
Di sisi lain, siswa kelas atas menjalani aktivitas seperti biasa.
Sebagian berlatih baris-berbaris untuk persiapan peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia pada Agustus mendatang, sementara siswa lainnya mengikuti permainan edukatif dan kegiatan pengenalan sekolah.
Komitmen Berikan Layanan Maksimal
Kepala SDN Tertek 1 Pare, Yulina Ovianti, mengatakan sekolah tetap berkomitmen memberikan pelayanan maksimal meski hanya memiliki dua murid baru.
"Untuk pembelajaran tetap kami lakukan seperti biasa. Walaupun jumlah murid hanya dua anak, tidak akan mengurangi jam pembelajaran maupun pelayanan kepada siswa," ujar Yulina saat ditemui AG892 di sekolah, Selasa (14/7/2026) pagi pukul 09.00 WIB.
Menurut Yulina, rendahnya jumlah peserta didik baru tidak lepas dari banyaknya sekolah dasar yang berada di sekitar SDN Tertek 1.
Dalam satu kawasan terdapat belasan lembaga pendidikan dasar, baik negeri maupun swasta.
"Ada 11 lembaga di sekitar sini, terdiri dari empat SD negeri, tiga SDI, dan empat MI. Jaraknya juga sangat dekat satu sama lain, sehingga calon siswa terbagi ke banyak sekolah," jelasnya.
Berharap Sistem SPMB Dievaluasi
Ia juga berharap sistem Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) dapat menjadi bahan evaluasi pemerintah daerah.
Menurutnya, mekanisme pendaftaran daring yang memungkinkan calon siswa memilih hingga empat sekolah membuat distribusi murid menjadi kurang merata.
Yulina membandingkan dengan tahun sebelumnya, ketika pilihan sekolah masih lebih terbatas sehingga sebaran peserta didik dinilai lebih seimbang.
Kalau bisa jumlah pilihan sekolah dipertimbangkan kembali atau sistem zonasinya dikaji ulang, supaya jumlah murid antar sekolah lebih merata," ungkapnya.
Penurunan jumlah murid baru di SDN Tertek 1 tergolong drastis.
Jika pada tahun ajaran sebelumnya sekolah masih menerima sembilan siswa baru, tahun ini hanya dua siswa yang mendaftar.
Saat ini total peserta didik di sekolah tersebut berjumlah 47 orang.
Meski demikian, sekolah tetap didukung delapan tenaga pendidik dan memastikan seluruh proses belajar mengajar berjalan sebagaimana mestinya.
"Untuk pembelajaran berjalan normal seperti biasanya," ungkapnya
Pilihan Sekolah Banyak
Sementara itu, Kepala Seksi Kurikulum dan Kesiswaan SD Dinas Pendidikan Kabupaten Kediri, Inul Dwi Astuti, menyebut kondisi tersebut dipengaruhi banyaknya pilihan sekolah dasar di Desa Tertek.
Dalam satu desa terdapat empat SD negeri serta sejumlah SD swasta dan madrasah ibtidaiyah (MI), sehingga lulusan taman kanak-kanak tersebar ke berbagai sekolah
Menurut Inul, minimnya jumlah siswa baru tidak akan mengganggu proses pembelajaran karena kebutuhan guru di SDN Tertek 1 masih terpenuhi.
Dinas Pendidikan Kabupaten Kediri juga akan menjadikan hasil pelaksanaan SPMB tahun ini sebagai bahan evaluasi.
Sistem pendaftaran daring yang memberi kesempatan calon siswa memilih hingga empat sekolah dinilai berpotensi membuat sekolah yang bukan menjadi pilihan utama kehilangan banyak peserta didik.
Fenomena Minimnya Siswa Baru
Sejumlah sekolah dasar lain di Kabupaten Kediri juga mengalami kondisi serupa, seperti SDN Gadungan 2 Kecamatan Puncu yang tidak memperoleh siswa baru, SDN Simbarlor Kecamatan Plosoklaten menerima dua siswa.
SDN Nyawangan 2 menerima tiga siswa, SDN Bedug Kecamatan Ngadiluwih hanya mendapat satu siswa, serta SDN Tenggerkidul 1 yang menerima empat siswa.
REPORTER : ONAIR

Post a Comment