Search
24 C
en
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Siber
Radio On Air FM Pare
ON AIR FM PARE
  • NEWS
  • DAERAH
    • Nasional
    • Jawa Timur
    • Jawa Tengah
    • Jawa Barat
    • Jakarta
  • Nasional
    • Video
  • Advertorial
  • AG 892 Streaming
  • Berita
    • Hukrim
    • Peristiwa
    • TNI
    • POLRI
    • Pemerintah
    • Pendidikan
    • Budaya
Radio On Air FM Pare
Search
Home Ribuan Masyarakat Ikuti Prosesi Undhuh-undhuh GKJW Sidorejo Pare Kediri Turun Temurun Pasca Kolonial Berita onair Ribuan Masyarakat Ikuti Prosesi Undhuh-undhuh GKJW Sidorejo Pare Kediri, Turun Temurun Pasca Kolonial
Ribuan Masyarakat Ikuti Prosesi Undhuh-undhuh GKJW Sidorejo Pare Kediri Turun Temurun Pasca Kolonial Berita onair

Ribuan Masyarakat Ikuti Prosesi Undhuh-undhuh GKJW Sidorejo Pare Kediri, Turun Temurun Pasca Kolonial

radioonairfm
radioonairfm
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp

RADIOONAIRFMPARE.COM ||KEDIRI - Ribuan warga memadati kawasan Gereja Kristen Jawi Wetan (GKJW) Jemaat Sidorejo di Desa Sidorejo Kecamatan Pare Kabupaten Kediri Jawa Timur, Minggu (12/7/2026). Mereka mengikuti prosesi Undhuh-undhuh, tradisi tahunan yang memadukan nilai religius dengan pelestarian budaya Jawa sebagai wujud syukur atas hasil panen. 

Sejak pukul 06.00 WIB, suasana gereja tampak berbeda. Gunungan berisi hasil bumi diarak dari lapangan desa menuju gedung pertemuan di samping gereja. Arak-arakan tersebut menjadi pembuka rangkaian Undhuh-undhuh yang telah menjadi tradisi turun-temurun sejak nenek moyang pasca era kolonial di GKJW.

Perayaan tahun ini juga menjadi rangkaian dalam perayaan usia GKJW Jemaat Sidorejo yang genap 128 tahun. Gereja yang berdiri pada 2 Juli 1898 itu awalnya berada di wilayah bernama Parerejo sebelum berganti nama menjadi Sidorejo pada 11 November 1936.

Undhuh-undhuh merupakan hari raya persembahan di lingkungan GKJW. Tradisi ini menjadi ungkapan syukur kepada Tuhan atas hasil panen sekaligus ajakan bagi jemaat untuk terus berbagi berkat kepada sesama.

Prosesi berlangsung semarak dengan penampilan 11 kelompok jemaat yang menyuguhkan beragam tarian bernuansa budaya Jawa. Anak-anak hingga orang dewasa mengenakan pakaian adat lengkap, sementara alunan gamelan mengiringi setiap penampilan sehingga menghadirkan suasana yang kental dengan nilai tradisi.

Panitia acara, Lulus Nugraheni mengatakan Undhuh-undhuh rutin digelar setiap bulan Juli sebagai bentuk rasa syukur jemaat atas panen yang telah diterima.

"Kami melaksanakan setiap tahun, setiap bulan Juli dan pada tahun ini dan ada pelelangan untuk persembahan syukur yang dibawa oleh kelompok-kelompok setelah acara ini," jelas Lulus di sela-sela acara. 

Tradisi Undhuh-undhuh sebenarnya telah diwariskan sejak zaman para leluhur. Namun sejak 2017, panitia di GKJW Sidorejo Pare menambahkan prosesi arak-arakan gunungan sebagai upaya mengangkat budaya lokal Kediri.

"Acara ini sudah lama, sebenarnya sejak nenek moyang kami. Tetapi mulai tahun 2017 kami mengadakan arak-arakan supaya mengangkat budaya lokal di Kediri," imbuh Lulus.

Setiap gunungan maupun hasil bumi yang dibawa kelompok jemaat merupakan simbol rasa syukur kepada Tuhan. Begitu pula tarian yang ditampilkan mengandung pesan moral, semangat kebersamaan, dan ajakan untuk selalu bersyukur.

"Di dalam kegiatan-kegiatan spiritual dan religi, kita bisa mengangkat budaya lokal yang kemudian diintegrasikan dan dikolaborasikan sehingga membuat kreativitas warga semakin tinggi. Di dalamnya juga ada pesan-pesan moral yang arahnya pada ucapan syukur kepada Tuhan," tutur Lulus.

Usai penampilan seni dan doa bersama, acara dilanjutkan dengan pelelangan parcel serta hasil bumi yang sebelumnya diarak dalam gunungan. Parcel berisi makanan, buah hingga minuman dijual mulai Rp 75 ribu. Sementara hasil bumi dilelang kepada penawar tertinggi. 

Seluruh hasil penjualan nantinya dipersembahkan untuk mendukung pelayanan gereja.

"Di desa ini semua saling mengenal, toleransi, guyup rukun dan gereja ini merupakan tempat mereka berkumpul bersama," ungkapnya. 

Salah seorang peserta, Sheila mengaku selalu menantikan pelaksanaan undhuh-undhuh setiap tahunnya. Menurutnya, selain menjadi momen ibadah, acara tersebut juga menjadi ajang mempererat kebersamaan warga.

"Semoga doanya menjadi berkat untuk umat dan dilancarkan rezeki serta diberikan kesehatan untuk semua," harapnya.

Di sisi lain, Kepala Desa Sidorejo Bagus Krisdijanto mengatakan keberadaan GKJW tidak dapat dipisahkan dari sejarah panjang Desa Sidorejo yang telah berkembang sejak masa kolonial Belanda.

Ia menjelaskan, mayoritas warga Desa Sidorejo merupakan umat Kristiani. Berdasarkan sejarah yang diwariskan para sesepuh desa, gereja dibangun bersamaan dengan pembukaan lahan pertanian tembakau dan kopi di kawasan yang subur akibat aliran lahar Gunung Kelud.

Menurut Bagus, wilayah tersebut dahulu bernama Parerejo Gerojogan sebelum berubah menjadi Sidorejo pada 11 November 1936. Meski memiliki latar belakang agama yang beragam, masyarakat hingga kini tetap menjaga kehidupan yang rukun dan saling membantu dalam berbagai kegiatan keagamaan maupun sosial.

Tradisi Undhuh-undhuh pun menjadi salah satu bukti bahwa nilai religius dapat berjalan seiring dengan pelestarian budaya lokal. 

REPORTER : ONAIR/AR

Via Ribuan Masyarakat Ikuti Prosesi Undhuh-undhuh GKJW Sidorejo Pare Kediri
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Older Posts No results found
Newer Posts

You may like these posts

Post a Comment

Stay Conneted

facebook Like
twitter Follow
youtube Subscribe
vimeo Subscribe
instagram Follow
rss Subscribe
pinterest Follow

Featured Post

Ribuan Masyarakat Ikuti Prosesi Undhuh-undhuh GKJW Sidorejo Pare Kediri, Turun Temurun Pasca Kolonial

radioonairfm- July 12, 2026 0
Ribuan Masyarakat Ikuti Prosesi Undhuh-undhuh GKJW Sidorejo Pare Kediri, Turun Temurun Pasca Kolonial
RADIOONAIRFMPARE.COM ||KEDIRI - Ribuan warga memadati kawasan Gereja Kristen Jawi Wetan (GKJW) Jemaat Sidorejo di Desa Sidorejo Kecamatan Pare Kabupaten Kedir…

Most Popular

 Tok!! Gelapkan Uang Perusahaan, Mantan Karyawan KSP Sentosa Makmur  Divonis Dua Setengah Tahun

Tok!! Gelapkan Uang Perusahaan, Mantan Karyawan KSP Sentosa Makmur Divonis Dua Setengah Tahun

July 06, 2026
Program Diskon Tiket Kereta 30 Persen Dongkrak Mobilitas Masyarakat saat Libur Sekolah

Program Diskon Tiket Kereta 30 Persen Dongkrak Mobilitas Masyarakat saat Libur Sekolah

July 06, 2026
Diduga Lupa Mematikan Tungku, Rumah di Gampengrejo Kediri Ludes Terbakar, Kerugian Capai Rp 500 Juta

Diduga Lupa Mematikan Tungku, Rumah di Gampengrejo Kediri Ludes Terbakar, Kerugian Capai Rp 500 Juta

July 06, 2026

Recent Comments

Editor Post

Gempar Penemuan Mayat Di Kuburan Cina Dengan Pisau Tertancap Di Leher

Gempar Penemuan Mayat Di Kuburan Cina Dengan Pisau Tertancap Di Leher

July 14, 2019
Ada Terowongan Dan Sumber Mata Air Di Balik Wingitnya Kawasan Lembah Pawon Sewu Di Kediri

Ada Terowongan Dan Sumber Mata Air Di Balik Wingitnya Kawasan Lembah Pawon Sewu Di Kediri

July 15, 2019
Anak kandung Biadap Merampas kalung Ibunya untuk Foya - Foya

Anak kandung Biadap Merampas kalung Ibunya untuk Foya - Foya

July 08, 2019

Popular Post

 Tok!! Gelapkan Uang Perusahaan, Mantan Karyawan KSP Sentosa Makmur  Divonis Dua Setengah Tahun

Tok!! Gelapkan Uang Perusahaan, Mantan Karyawan KSP Sentosa Makmur Divonis Dua Setengah Tahun

July 06, 2026
Program Diskon Tiket Kereta 30 Persen Dongkrak Mobilitas Masyarakat saat Libur Sekolah

Program Diskon Tiket Kereta 30 Persen Dongkrak Mobilitas Masyarakat saat Libur Sekolah

July 06, 2026
Diduga Lupa Mematikan Tungku, Rumah di Gampengrejo Kediri Ludes Terbakar, Kerugian Capai Rp 500 Juta

Diduga Lupa Mematikan Tungku, Rumah di Gampengrejo Kediri Ludes Terbakar, Kerugian Capai Rp 500 Juta

July 06, 2026

Populart Categoris

  • Biro Bayuwangi1
  • Biro Keerom1
  • Jawa Timur616
  • Nasional4823
  • biro NTB2
  • biro Sidoarjo7
  • biro Jakarta89
  • biro Jatim1
  • biro Kediri kota165
Radio On Air FM Pare

About Us

Radio On Air Fm adalah Radio di Kediri Jawa Timur yang ingin mengangkat sejarah budaya dikota Kediri Khususnya Pare.

Contact us: onairfmpare@gmail.com

Follow Us

@2023 Radio On Air FM Pare - Kediri - Jawa Timur | Team IT : Mbah Yo
  • Redaksi
  • Tentang
  • Siber
  • Index
  • Kontak