Kalapas Kediri Hadiri Launching Choco Sheet Ekspor ke Tiongkok, Siap Implementasikan Hasil Studi Tiru
RADIOONAIRFMPARE.COM ||Kediri — Kepala Lapas Kelas IIA Kediri menghadiri kegiatan Launching Choco Sheet untuk ekspor ke Tiongkok yang diselenggarakan di Lapas Kelas IIA Purwokerto.
Kegiatan launching dan peresmian tersebut turut dihadiri langsung oleh Direktur Jenderal Pemasyarakatan, Mashudi, sebagai bentuk dukungan terhadap penguatan pembinaan kemandirian di lingkungan Pemasyarakatan. Kehadiran pimpinan jajaran Pemasyarakatan ini menjadi dorongan bagi satuan kerja untuk terus menghadirkan program pembinaan yang inovatif, produktif, dan memiliki nilai ekonomi.
Choco Sheet merupakan salah satu produk hasil pengembangan pembinaan kemandirian di Lapas Kelas IIA Purwokerto yang berhasil dikembangkan hingga memiliki peluang untuk menembus pasar internasional, khususnya Tiongkok. Capaian tersebut menjadi bukti bahwa program pembinaan di Lapas dapat diarahkan tidak hanya pada peningkatan keterampilan, tetapi juga pada pengembangan produk yang memiliki kualitas dan daya saing.
Bagi Lapas Kelas IIA Kediri, kegiatan ini menjadi momentum strategis untuk melakukan studi tiru terhadap pengelolaan dan pengembangan Choco Sheet di Lapas Purwokerto. Melalui kunjungan dan pengamatan secara langsung, Lapas Kediri akan mempelajari berbagai aspek, mulai dari proses produksi, pengelolaan pembinaan, pemanfaatan sumber daya, pengembangan kualitas produk, hingga peluang pemasaran.
Hasil studi tiru tersebut selanjutnya akan menjadi bahan untuk dikaji dan diadaptasi sesuai dengan potensi, sumber daya, serta kondisi yang dimiliki Lapas Kelas IIA Kediri. Harapannya, inovasi serupa dapat dikembangkan sebagai salah satu bentuk pembinaan kemandirian yang memberikan manfaat nyata bagi Warga Binaan Pemasyarakatan.
Langkah ini sejalan dengan komitmen Pemasyarakatan untuk terus mengembangkan pembinaan yang berorientasi pada keterampilan, produktivitas, kewirausahaan, dan kesiapan WBP untuk kembali ke tengah masyarakat.
Tidak berhenti pada sekadar memiliki keterampilan, WBP didorong untuk mampu menghasilkan karya yang bernilai, memiliki kualitas, serta berpotensi menjadi bekal untuk membangun kehidupan yang lebih mandiri setelah menyelesaikan masa pidana.
Belajar dari yang terbaik, mengembangkan potensi, dan menghadirkan karya yang mampu bersaing hingga pasar global.
REPORTER : ONAIR/AK



Post a Comment